Diduga Depresi Ditinggalkan Istri dan Anak, Pria di Landak Nekat Gantung Diri di Pohon Rambutan

Kapolres Landak AKBP Ade Kuncoro Ridwan melalui Kapolsek Meranti Ipda Hendra membenarkan peristiwa tersebut.

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Anggota Polsek Meranti saat di lokasi gantung diri 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Pria atas nama Andong (45) warga Dusun Tahu, Desa Tahu, Kecamatan Meranti, Kabupaten Landak, ditemukan gantung diri di pohon rambutan pada Minggu 14 Maret 2021 sekitar pukul 04.30 WIB.

Kapolres Landak AKBP Ade Kuncoro Ridwan melalui Kapolsek Meranti Ipda Hendra membenarkan peristiwa tersebut.

"Iya murni gantung diri, tidak ada ditemukan kejanggalan lainnya," ujar Kapolsek kepada Tribun pada Selasa 16 Maret 2021.

Kapolsek menjelaskan, orang yang pertama kali melihat peristiwa itu adalah Ajis. Dimana saat itu Ajis hendak ke kebun untuk menoreh karet.

Baca juga: Personel Binmas Polres Landak Hadiri Giat Isra Miraj dengan Prokes Ketat

Kemudian saat diperjalanan berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya, melihat seseorang yang lehernya tergantung di pohon rambutan tepatnya di depan Kantor Desa Tahu.

Merasa ketakutan, Ajis kemudian berteriak dan memberi tau pamannya serta memberi tau warga lainnya.

"Sekitar pukul 05.00 WIB warga sekitar yang mengetahui peristiwa itu langsung memotong tali gantung yang terbuat dari kulit kayu. Kemudian korban diturunkan dan dibawa ke rumah korban yang berjarak 30 meter dari TKP," jelas Kapolsek.

Selanjutnya jenazah dikebumikan pada tanggal 14 Maret 2021 sekira Pukul 16.30 WIB. Diketahui almarhum Ondong tinggal di rumahnya seorang diri.

Serta mempunyai satu orang istri yang saat ini menjadi TKW di Malaysia, dan sudah lama tidak pulang dan tidak ada kabar. Mempunyai dua orang anak yang sudah berkeluarga dan tinggal di Kecamatan Menyuke dan Ketapang.

"Korban tinggal sendiri di rumahnya tanpa ada orang yang ikut tinggal bersama almarhum," terang Ipda Hendra.

Selain itu diketahui, korban pernah melakukan aksi percobaan bunuh diri pada tahun 2013. Beberapa hari sebelum kejadian, tidak ada permasalahan apapun dan tidak ada keluhan, serta tidak ada kejanggalan lain mengenai prilaku korban.

"Tidak menutup kemungkinan almarhum melakukan aksi gantung diri dikarenakan mengalami depresi, karena ditinggal istri dan anaknya serta tinggal seorang diri di rumahnya," pungkas Kapolsek. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved