Breaking News:

40 Guru dan 11 Siswa SMA Positif Pasca Pembelajaran Tatap Muka, Orangtua Khawatir Klaster Sekolah

Harap guru dan siswa diswab dan diawasi protokol kesehatan Covid-19 di sekolah karena kesehatan enggak ada harganya

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Peninjauan Pembelajaran tatap muka di Sekolah oleh Wali Kota Pontianak, Jumat 26 Februari 2021. TRIBUN PONTIANAK/ISTIMEWA. 

"Kita berharap semua perangkat yang ada di sekolah itu, baik guru ataupun petugas keamanan atau bagian tata usahanya yang beraktivitas di masing-masing sekolah harus dilakukan swab PCR untuk memastikan bahwa guru atau semua yanga ada di sekolah dipastikan tidak terpapar Covid-19," jelas Fauzi.

Fauzi mengungkapkan, pada situasi dan kondisi seperti ini, sebagai orangtua siswa dirinya sangat was-was. Di sisi lain, kata Fauzi, sudah terlalu lama anak-anak menjalani pembelajaran secara online. Ia khawatir berdampak psikologis kepada anak dalan dunia pendidikan.

"Namun demikian, kita tidak mau mengorbankan kesehatan anak. Apalagi sampai terpapar Covid-19. Maka kita berharap keseriusan Pemerintah Kota Pontianak supaya semua yang ada keterkaitan dengan sekolah dilakukan swab," ungkapnya.

Bahkan tidak hanya itu, ia juga menyarankan agar prioritas vaksinasi kepada guru. "Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan, maka guru itu diprioritaskan diberikan vaksin, terus juga anak-anak didik dan semua murid yang melakukan aktivitas PTM harus dilakukan swab sehingga rasa aman bagi kita orangtua itu terjamin," pungkasnya.

Kepala SD Islam Al-Azhar 21 Pontianak Anika Ekasari mengatakan, pihaknya sejak Desember 2020 sudah mempersiapkan semua fasilitas untuk melaksanakan PTM. Hingga pada 5 Februari 2021 SD Islam Al-Azhar 21 Pontianak mendapatkan izin dari Disdikbud Kota Pontianak dan surat izin dari Yayasan Kejayaan Islam Khatulistiwa pada 26 Februari 2021 untuk melakukan belajar tatap muka.

Ia mengatakan, dari jumlah siswa kelas 6 SD Islam Al-Azhar 21 Pontianak sebanyak 102 sekitar 60 siswa yang melakukan belajar tatap muka atau sekitar 65 persen. Siswa yang melakukan PTM tersebut, lanjutnya memang yang mendapatkan izin dari orangtuanya.

"Yang tidak menyetujui tetap dilakukan secara daring. Jadi yang belajar tatap muka ini memang siswa yang dapat izin dari orang tua," ungkapnya.

Pada PTM di Al-Azhar ini dibagi empat kelompok, dalam satu kelompok maksimal 18 siswa.Yang mana pada proses belajar mengajar guru di kelas dilakukan secara tatap muka dan sekaligus di koneksikan secara online dengan siswa yang tidak mendapatkan izin dari orangtua.

Ia mengaku, memang sebelum dilakukan PTM ini guru dan siswa memang tidak dilakukan swab. Akan tetapi, diungkapkannya protokol kesehatan dilakukan secara ketat.

"Guru dan siswa memang sebelumnya PTM ini tidak dilakukan swab, tapi protokol kesehatan secara ketat, harus masuk dalam keadaan sehat dengan kondisi suhu tubuh maksimal 37.3 dan setiap siswa yang masuk kelas kita catat, serta kita menjaga jarak dengan katat mulai dari jalan mau masuk kelas hingga dalam kelas," ungkapnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved