Legislator Kalbar Nilai Terdapat Dua Syarat Agar Pembelajaran Tatap Muka Bisa Dilakukan

Hal ini, kata dia, agar mencegah adanya klaster baru dan juga keselamatan bagi murid yang bersekolah.

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Kalbar, Tony Kurniadi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Kalbar, Tony Kurniadi nilai jika pembelajaran tatap muka hanya bisa dilaksanakan jika pandemi covid 19 berakhir dan seluruh masyarakat Indonesia telah divaksin.

Hal ini, kata dia, agar mencegah adanya klaster baru dan juga keselamatan bagi murid yang bersekolah.

"Saya dari awal konsisten dengan statmen yang saya sampaikan, bahwa saya beranggapan jika sekolah tatap muka di buka menurut saya ada dua syarat yang mesti terpenuhi, yakni pandemi sudah berakhir dan semua masyarakat sudah divaksin sehingga terciptanya herd immunity," kata Tony, Senin 8 Maret 2021.

"Dilematisnya memang saya melihat animo masyarakat yakni orang tua siswa bertanya terkait sekolah tatap muka, hal yang wajar, lumrah, namun kita sebagai pemerintah menurut hemmat saya bagaimanapun keselamatan menjadi yang utama dari kepentingan apapun," tambahnya.

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka di Pontianak Berjalan Dua Pekan, Belum Ada Swab Kepada Guru dan Siswa

Menurut politisi PAN ini, pelaksanaan pembelajaran tatap muka memang tidak bisa dipaksakan karena malah akan membuat cemas orang tua murid.

"Kalau tidak ada syarat dari yang saya sebutkan, yakni pandemi berakhir dan semua sudah divaksin, tatap muka memang tidak bisa kita paksakan, karena jika dipaksakan akan terjadi perasaan was-was baik murid maupun orang tuanya," katanya.

Maka dari itu, legislator dapil Sambas ini berharap seluruh elemen terutama orang tua murid dapat bersabar.

"Memang pada kondisi sekarang kita mesti ada kesabaran tingkat tinggi, perlu banyak bersabar karena faktanya pandemi masih berlangsung, sementara mengenai zona covid sangat fluktuatif, tidak bisa dijadikan faktor utama," timpal dia.

"Tentu kita juga berharap agar dilindungi oleh Allah SWT dan terus berdoa agar pandemi ini berakhir, namun untuk tatap muka menurut saya harus dikaji lagi," tutup Tony. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved