Gubernur Sutarmidji Minta Pemerintah Pusat Percepat Perbaikan Jembatan Sakkok Singkawang

Pengendara bahkan harus menunggu berjam-jam untuk dapat melintasi jembatan tersebut khususnya di momen besar seperti Natal, Tahun Baru, hingga Imlek

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Rizki Kurnia
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji didampingi Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie saat diwawancarai awak media. Rabu 3 Maret 2021 kemarin. /RIZKI KURNIA 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Perbaikan jembatan Sakkok di Jalan Padang Pasir, Kelurahan Sedau, Singkawang Selatan Kalimantan Barat yang sudah dimulai pada akhir tahun 2020 lalu, hingga kini Kamis 4 Maret 2021 belum kunjung selesai.

Proses perbaikan jembatan yang memakan waktu lama ini, menyebabkan akses lalulintas di jalur tersebut terganggu.

Bahkan, pada momen-momen besar seperti Natal, Tahun Baru, serta Tahun Baru Imlek, perbaikan jembatan tersebut menyebabkan kemacetan yang begitu panjang, hingga para pengendara harus menunggu berjam-jam untuk sekedar melewatinya.

Pemerintah Kota Singkawang melalui Dinas Perhubungan serta Satuan Lalulintas Polres Singkawang bahkan harus membuat jalur alternatif agar dapat dilalui pengendara untuk mengurai kemacetan.

Baca juga: Singgung Masalah Karhutla, Sutarmidji: Maysarakat Harus Dilibatkan

Namun kemacetan masih saja terjadi lantaranya ramainya pengendara dimomen-momen tersebut.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, saat berkunjung ke Kota Singkawang pada Rabu 3 Maret 2021 kemarin mengatakan, perbaikan jembatan Sakkok tersebut merupakan ranah Pemerintah Pusat.

Namun, dia mengatakan akan menyampaikan kepada Pemerintah Pusat untuk mempercepat perbaikannya.

"Pusat ye, tapi akan saye sampaikan supaye lebih cepat, cepat ye," ujar Gubernur kepada awak media, Rabu 3 Maret 2021.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Singkawang Herry Kin, berberapa waktu yang lalu juga menyoroti proses perbaikan jembatan Sakkok tersebut.

Menurut Herry, proses perbaikan yang memakan waktu cukup lama ini, sangat mempengaruhi akses lalu lintas kendaraan baik roda dua hingga roda enam, termasuk juga bagi pejalan kaki.

Bukannya tanpa alasan, sejak dimulainya perbaikan jembatan, kemacetan panjang berulang kali terjadi.

Pengendara bahkan harus menunggu berjam-jam untuk dapat melintasi jembatan tersebut khususnya di momen besar seperti Natal, Tahun Baru, hingga Imlek saat ini.

Bahkan, hujan deras yang mengguyur Kota Singkawang pekan lalu, menyebabkan daerah sekitar jembatan mengalami banjir dan menyebabkan arus lalu lintas mati total untuk berberapa saat.

"Semestinya Wali Kota dan pihak terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum baik Provinsi maupun Kota Singkawang harus turun ke lapangan melihat secara langsung atas pekerjaan proyek ini yang cukup lama dan belum juga selesai," tegas Herry saat diwawancarai wartawan berberapa waktu lalu.

Baca juga: Gubernur Sutarmidji Hadiri Musrenbang RKPD Kota Singkawang, Soroti Karhutla dan Banjir

Selain itu, dalam upaya mengantisipasi kemacetan akibat perbaikan jembatan tersebut, semestinya Pemerintah membuat jalur alternatif jalan sementara sehingga tidak terjadi kemacetan sepanjang Jalan Raya Sakkok.

"Disaat kondisi begini jangan saling menyalahkan bahwa dengan alasan proyek Provinsi dan lain-lain," katanya.

Dia harapkan seluruh pihak stakeholders baik Dinas Pekerjaan Umum Provinsi dan Kota Singkawang dapat duduk bersama ikut membantu kelancaran pelayanan masyarakat.

"Saya sendiri merasakan betapa lamanya antri melewati jalan perbaikan jembatan tersebut," keluh Herry. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved