Breaking News:

Singgung Masalah Karhutla, Sutarmidji: Maysarakat Harus Dilibatkan

Menurut Gubernur, dalam penanganan Karhutla, peran masyarakat banyak sangatlah diperlukan, sehingga Desa atau Kelurahan Siaga sangat diperlukan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Rizki Kurnia
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji didampingi Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie saat diwawancarai awak media. Rabu 3 Maret 2021 kemarin. /RIZKI KURNIA 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyoroti masalah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) saat mengunjungi Kota Singkawang pada Rabu 3 Maret 2021 kemarin.

Menurut Gubernur, dalam penanganan Karhutla, peran masyarakat banyak sangatlah diperlukan, sehingga Desa atau Kelurahan Siaga sangat diperlukan.

"Kalau sekarang, seperti diberberapa daerah rawan Karhutla, mereka menyiapkan kelompok pemadam api masyarakat, kami menyiapkan tosa satu, dengan tanki kecil, mesin pompa dan selang," kata Sutarmidji kepada wartawan, Rabu 3 Maret 2021 kemarin.

Penyediaan peralatan ini, dia katakan hanya untuk daerah yang tidak memiliki air, sehingga peralatan itu bisa digunakan untuk mengangkut air saat memadamkan Karhutla.

Baca juga: Gubernur Sutarmidji Hadiri Musrenbang RKPD Kota Singkawang, Soroti Karhutla dan Banjir

Upaya pemadaman karhutla tanpa bantuan masyarakat, menurut Sutarmidji pastinya sangat merepotkan.

"Tidak mungkin (memadamkan Karhutla), berape sih kekuatan pemadam kebakaran kita, berapa kekuatan Manggala Agni, berape kekuatan TNI Polri, jadi masyarakat harus dilibatkan," katanya.

Namun, lanjutnya, lebih baik lagi menghimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan. Akan tetapi, yang jadi masalah sekarang ini, menurut Sutarmidji, adalah perusahaan.

"Kami masih temukan, kalau yang 2019 itu 157 perusahaan, sekarang ini kami sudah temukan 28 perusahaan yang api ada di koordinat dia," ungkapnya.

Mungkin, katanya, bukan mereka yang membakar, karena masalahnya belum selesai dengan masyarakat, misalkan perusahaan itu punya konsesi lahan 400.000 hektare, yang ditanam baru 200.000 hektare, sedangkan yang 200.000 hektare lainnya belum ditanam, dan perusahaan tidak bisa jaga.

"Itu yang jadi masalah, tapi yang penting bagi saya itu (Karhutla) ada dikoordinat dia, yang salah dia, titik," tegasnya. (*)

Penulis: Rizki Kurnia
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved