Dinas Kesehatan Target Vaksinasi 1.606 Tenaga Pengajar, Harisson: Tak Ada Alasan Guru Menolak

Kalau untuk vaksin kita sudah imbau para guru untuk hadir melalui webinar. Mudah-mudahan tidak ada yang menolak

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Vaksinasi massal tahap dua untuk petugas layanan publik Provinsi Kalimantan Barat, di depan GOR Sultan Syarif Abdurrahman, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu 3 Maret 2021. Vaksinasi massal kali ini menyasar tenaga pendidik maupun tenaga honorer SMA dan SLB di Kota Pontianak, dalam vaksinasi ini juga diikuti sejumlah jurnalis 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tenaga guru SMA/SMK/SLB di Kota Pontianak divaksin oleh Dinas Kesehatan Kalimantan Barat bekerjsama dengan Dinas Kesehatan Kota Pontianak, di GOR Sultan Syarif Abdurahman (SSA) Pontianak, Rabu 3 Maret 2021. Total, ada 1.606 guru yang akan menjalani vaksinasi hingga Kamis 4 Maret 2021.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar Sugeng menyatakan, tak ada alasan guru menolak divaksin kecuali tak lolos skrining awal. Jika menolak, ia akan memanggil guru yang bersangkutan.

“Kalau untuk vaksin kita sudah imbau para guru untuk hadir melalui webinar. Mudah-mudahan tidak ada yang menolak. Kalau ada guru yang menolak akan kita panggil untuk mengetahui alasannya karena di seluruh Indonesia sudah dilakukan. Jadi, harus mau. Tidak ada alasan untuk menolak kecuali tidak lulus skrining,” jelas Sugeng kepada Tribun.

Sugeng mengimbau agar seluruh guru SMA/SMK/SLB di Kota Pontianak hadir pada vaksinasi yang tekah dijadwalkan. Sugeng mengatakan, Disdik Kalbar menyambut baik pelaksanaan vaksinasi untuk tenaga guru hingga staf di sekolah.

“Saya minta guru-guru bisa ikut menyukseskan kegiatan vaksinasi mulai dari ASN maupun tenaga kontrak sampai staf disekolah diharapkan bisa hadir semua,” ujar Sugeng kepada Tribun.

Ia berharap dengan telah dilakukannya vaksinasi terhadap para guru akan muncul kekebalan terhadap virus Covid-19, sehingga guru bisa lebih tenang sangat mengajar.

Baca juga: Umi Fasiah Guru di Pontianak Akui Dapat Perlakukan Berbeda saat Pelayanan Vaksinasi

“Walaupun sudah divaksin, kita juga harus menerapkan Prokes karena vaksiansi sesuai penelitian hanya memberikan keamanan 65 persen,” jelasnya.

Dikatakannya, usai para guru divaksin, proses belajar-mengajar tatap muka akan terus dilakukan evaluasi dan kordinasi dengan Ketua Satgas Provinsi dan Diskes Provinsi.

Apabila pantauan dari data penyebaran virus berkurang tentu akan bisa dilakukan belajar tatap muka kembali dan sesuai arahan Gubernur Kalbar.

Ia mengatakan sejauh ini belum ada penolakan vaksinasi dari para guru. Namun ia menegaskan apabila terdapat guru yang menolak akan dipanggil.

“Kalau guru yang belum divaksin mungkin karena screningnya yang tidak lolos. Jadi ditunda dulu. Saya berharap semua dapat menyiapkan diri dan jangan was-was yang menyebabkan tekanan darah tinggi,” pungkasnya.

Sebelumnya nama dan jumlah guru di setiap sekolah telah terdafatar. Data dari Disdik Provinsi Kalbar ini kemudian diteruskan ke Diskes Kota Pontianak untuk kemudian diserahkan ke Diskes Provinsi Kalbar.

Vaksinasi digelar dua tahap. Pada Rabu akan divaksi 800 guru. Vaksinasi dimulai pukul 08.00 sampai 16.00 WIB. Guru yang akan divaksinasi sudah diberitahukan sebelumnya untuk datang secara bertahap sesuai jadwal yang sudah diatur supaya tidak terjadi kerumunan.

Kepala Bidang (Kabid) SMA Provinsi Kalbar Fatmawati mengatakan, vaksinasi guru SMA/SMK di Kota Pontianak berlangsung selama dua hari.

“Kalau di Kubu Raya sudah kemarin dan hari ini. Kalau untuk guru di kabupaten/kota lain belum mendapat informasi lanjutan karena masih prioritas untuk hari ini di Kota sebanyak 800 guru dan 806 guru besok (hari ini-RED),” jelasnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved