Breaking News:

Umi Fasiah Guru di Pontianak Akui Dapat Perlakukan Berbeda saat Pelayanan Vaksinasi

Satu diantaranya guru yang telah menerima  suntikan vaksinasi yakni Umi Fasiah salah satu guru di SMA Negeri 11 Pontianak yang sudah hampir 10 tahun m

TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Umi Fasiah salah satu guru di SMA Negeri 11 Pontianak menunjukan kartu vaksinasi covid-19 yang berlangsung di Gor SSA Pontianak, Rabu 3 Maret 2021 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Target vaksinasi tahap dua terhadap tenaga guru SMA/SMK/SLB di Pontianak hari ini menyasar 800 guru yang berlangsung di Gor SSA Pontianak, Rabu 3 Maret 2021.

Satu diantaranya guru yang telah menerima  suntikan vaksinasi yakni Umi Fasiah salah satu guru di SMA Negeri 11 Pontianak yang sudah hampir 10 tahun mengajar dan berasal dari Kota Pontianak. 

“Saya sangat bahagia dengan adanya vaksin ini, karena kita PNS juga diberikan kesempatan mendapat vaksinasi gratis supaya lebih sehat juga,”ujarnya.

Namun yang menjadi pertanyaannya adalah antara petugas meja A, B, C, D dan seterusnya, ada perbedaan perlakuan yang didapatkan. 

Baca juga: CATAT Waktu dan Tempat Pelaksanaan Vaksinasi COVID Guru SMA Sederajat di Pontianak

“Misalnya antara saya dan rekan saya, kami sama-sama ibu menyusui, kami orang awam yang kurang paham apakah ibu menyusui berdampak ketika divaksin atau tidak,”ujarnya.

Namun justru yang ia mendapatkan informasi dari nakes yang melakukan skrining adalah untuk ibu menyusui tidak apa-apa apabila divaksin, kecuali hamil.

Sementara rekannya di meja berbeda yang sama-sama ibu menyusui tapi dianjurkan untuk tidak dulu divaksinasi, karena alasannya nanti ASI nya bisa mengering dan sebagainya

“Akhirnya teman saya tidak divaksin, saya divaksin. Hal ini membuat saya bertanya-tanya. Tapi secara totalitas saya bahagia mendapatkan vaksinasi ini. Namun ada rasa takut, karena sebagai orang awam saya kurang mengerti juga, apakah berpengaruh untuk menyusui dan lain sebagainya,”ungkapnya.

Ia masih mempertanyakan mengapa rekannya di bagian petugas kesehatan yang lain malah dianjurkan untuk tidak dulu divaksin. Sedangkan dirinya bisa disuntik vaksin.

Terlepas dari itu, ia mengajak semua warga yang sudah menjadi sasaran vaksinasi untuk datang dan menerima vaksinasi, dan berikhtiar supaya lebih sehat, menjaga kesehatan bersama.

“Kalau yang hamil silahkan datang saja, nanti kan ada screening, jadi tidak serta merta langsung divaksin. kan ada alurnya, mulai dari pendaftaran, screening, dan sebagainya. kita nanti dilihat, apakah bisa divaksin atau tidak. Jadi jangan takut datang,” ujarnya. 

Guru bidang studi Kimia tersebut mengatakan saat ini kondisinya sedang menyusui bayi usia 9 bulan. Tak jauh berbeda dengan temannya yang batal vaksinasi karena masih menyusui. 

Menurutnya info vaksinasi hari ini terlalu dadakan, bahkan dirinya yang berstatus PNS saja dapat berita harus divaksin sehari sebelumnya.

“Jadi baru kemarin siang menjelang sore, saya dapat kabar bahwa hari ini harus divaksin. Jadi  terlalu dadakan, kalau bisa jauh hari sudah diinformasikan. Sehingga kita bisa persiapan mental dan fisik, sosialisasinya juga digencarkan lagi ,” pungkasnya. (*)

Penulis: Anggita Putri
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved