Breaking News:

Pasukan Merah DPC TBBR Landak Gelar Orasi di Ngabang, Ini Tuntutannya

Kemudian TBBR juga tidak dapat menerima tuduhan atas penyegelan PT MISP yang dilakukan oleh TBBR. Penyegelan tersebut dilakukan oleh masyarakat setemp

TRIBUNPONTIANAK/ALFON PARDOSI
Pasukan Merah DPC TBBR Landak saat melaksanakan Orasi Aksi Damai pada Rabu 3 Maret 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Pasukan merah dari Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) DPC Landak melaksanakan Orasi Aksi Damai di Simpang Gor Patih Gumantar, Desa Amboyo Inti, Kecamatan Ngabang pada Rabu 3 Maret 2021 sore.

Orasi Aksi Damai yang diawali dengan ritual tersebut, dikawal oleh pihak kepolisian dan Polres Landak dan Polsek Ngabang serta beberapa orang anggota TNI dari Koramil Ngabang.

Orasi yang dilakukan diketahui buntut dari ditetapkannya Hermanto Susilo yang merupakan Sekretaris DPC TBBR Kabupaten Sanggau sebagai tersangka, atas laporan Hardi Kusuma selaku GM PT Mitra Inti Sejati Plantation (MISP) ke Polres Sintang.

Kemudian TBBR juga tidak dapat menerima tuduhan atas penyegelan PT MISP yang dilakukan oleh TBBR. Penyegelan tersebut dilakukan oleh masyarakat setempat, yang menuntut keadilan dan hak mereka atas PT MISP. Sehingga jelas dengan tuduhan tersebut merusak dan mencemarkan nama baik TBBR.

Baca juga: Tatap Muka Dengan LDII dan Senkom, Sat Intelkam Polres Landak Ajak Cegah Radikalisme

"Kami minta keadilan, pihak perusahaan jangan mentang-mentang punya duit banyak, masyarakat lalu mau dibenturkan dengan aparat," ujar Korlap Aksi, Lianus Bembe yang juga Ketua DPC TBBR Landak saat orasi.

Lanjut Lianus, harusnya pihak perusahaan bisa melakukan mediasi dengan kearifan lokal daerah setempat.

"Jangan main langsung berurusan dengan aparat. Ini sama saja mau membenturkan kami," tegasnya.

Pasukan Merah DPC TBBR Landak saat melaksanakan Orasi Aksi Damai pada Rabu 3 Maret 2021.
Pasukan Merah DPC TBBR Landak saat melaksanakan Orasi Aksi Damai pada Rabu 3 Maret 2021. (TRIBUNPONTIANAK/ALFON PARDOSI)

Setelah sekitar satu jam melakukan aksi damai dengan menyampaikan orasi-orasi tuntutan. Pasukan Merah yang berjumlah sekitar 100an orang, membubarkan diri dengan tertib.

Ditemui seusai melakukan orasi aksi damai, Lianus mengatakan bahwa aksi ini juga sebagai bentuk jiwa korsa dan solidaritas sesama pengurus dan anggota TBBR.

Kemudian meminta keadilan agar pihak perusahaan tidak semena-mena.

"Harapan kami, pihak PT MISP segera mencabut laporannya, dan saudara kami Hermanto Susilo dibebaskan. Jika tidak ditanggapi, kami akan melakukan aksi lagi dengan jumlah yang lebih besar," tutupnya. (*)

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved