Breaking News:

Cegah Karhutla Dilahan Pertanian, Ini Langkah Distan Kalbar

Selain itu, Wahyudi menerangkan jika pihaknya juga telah menyebarkan leafleat terkait Pergub nomor 103 dan pembukaan lahan.

TRIBUNPONTIANAK/RIDHO PANJI PRADANA
Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, Wahyudi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalbar, Florentinus Anum menegaskan jika pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipatif untuk mencegah terjadinya kebakaran di lahan pertanian.

Diantaranya ialah dengan surat edaran dari Dinas Pertanian pencegahan karhutla untuk petani.

"Sudah ada edaran dari Distan untuk pencegahan karhutla untuk petani," kata Anum, Rabu 3 Maret 2021 kepada Tribun.

Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, Wahyudi, S.Pt menambahkan jika surat itu bernomor 521.13/370/P/2021 perihal pembinaan dan pencegahan kebakaran lahan pertanian kepada Kadis Pertanian se-Kalbar.

Selain itu, Wahyudi menerangkan jika pihaknya juga telah menyebarkan leafleat terkait Pergub nomor 103 dan pembukaan lahan.

"Kita juga terlibat dalam satgas masalah karhutla, dan kita memantau spot-spot panas kebakaran yang terjadi di Kalbar," kata Wahyudi.

Baca juga: Karhutla Diduga Dilahan Konsesi, Ini Kata Dinas Perkebunan Provinsi Kalbar

"Intinya bahwa kejadian ini (karhutla, red) memang sudah dari dulu sampai sekarang, memang dalam rentang empat sampai lima tahun ini kita sudah mulai berkurang titik spot panas, langit kita juga tidak gelap seperti dulu," tambahnya.

Ia pun menerangkan, mengenai kebakaran yang hasil pantauannya secara langsung memang untuk wilayah Sungai Ambawang ke atas sudah jauh berkurang dari tahun sebelumnya, kalaupun terjadi di Kubu Raya, lanjutnya, ada di daerah dekat Kota.

"Mengenai yang terjadi 52 titik di Kawasan Rasau juga sudah kami tinjau dan konfirmasi melalui penyuluh yang disana bahwa tidak ada. Petani-petani kita memang kita pantau dari yang membuka lahan dari jagung sampai padi," katanya.

"Informasi yang kita dapat langsung kita tindaklanjuti dan tanggapi. Kalau pun ada lahan diluar gambut terbakar ada aturan mainnya di pergub 103, sementara kalau di lahan gambut tidak ada kompromi kita," tutup Wahyudi. (*)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved