PLN Dorong Cinta Mempawah Mangrove Jadi Desa Wisata Unggulan
Saat ini luasannya ada 2 hektare. Hanya kami sarankan jika ingin menanam sebaiknya di bulan 3-6 karena faktor cuaca yang mendukung.
Penulis: Nina Soraya | Editor: Nina Soraya
Tuai Manfaat dari Program Bina Lingkungan PLN
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Matahari mulai redup sore itu. Beberapa pengunjung tampak menyusuri kubus balok sambil menikmati deburan ombak. Tak berhenti di situ, mereka pun mulai memainkan gawai (gadget) mengabadikan momen saat berada di Cinta Mangrove Park.
Cinta Mangrove Park telah dibuka untuk umum sejak 2016 silam. Terletak di Desa Sungai Bakau Besar Laut (SBBL), Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten.
Untuk menjangkaunya, dari Kota Pontianak Ibu Kota Kalimantan Barat, tak sulit, hanya memerlukan waktu 1,5 jam dengan kendaraan.
Baca juga: Optimalkan Pembangkit Ramah Lingkungan, PLN Kalbar Dorong Penggunaan EBT
Saat tiba, pengunjung disambut gapura yang bertuliskan Cinta Mangrove Park.
Hanya dengan membayar Rp 5.000, pengunjung bisa menikmati keindahan hutan mangrove dengan menyusuri jembatan titian (track). Wisata ini buka setiap hari dari pukul 10.00-17.00 WIB.
Tempat wisata kelolaan pemerintah desa melalui badan usaha milik desa (BUMDes) ini menyuguhkan pesona hutan mangrove, sebagai kekayaan alam.
Cinta Mangrove Park bisa meraup pemasukan hingga Rp 2 juta dalam sepekan. Masyarakat pun menuai manfaat dari hutan mangrove ini.
Baca juga: PLN Sigap Atasi Gangguan di GITET Bengkayang
Pembangunannya tak sekedar untuk spot foto destinasi wisata mengisi laman medsos, namun punya fungsi penting sebagai penahan laju abrasi. Kabupaten Mempawah memiliki garis pantai yang cukup panjang. Mempawah pun terancam abrasi serius, termasuk di Desa SBBL kondisi
pantai tersebut sangat kritis sehingga dilakukan penanaman mangrove dan pemasangan kubus pemecah gelombang.
Kala itu pengelolaan Cinta Mangrove Park masih seadanya dan dilakukan masyarakat sekitar SBBL. 2019, BUMDes SBBL memutuskan mengambil alih pengelolaan Cinta Mangrove Park. Dengan harapan bila dikelola profesional tentu akan memberikan manfaat lebih bagi warga.
Baca juga: 28.347 Pelanggan di Kalbar Unduh PLN Mobile, Buktikan Kecepatan Layanan Kelistrikan
Oleh karena potensi wisatanya ada. Pasalnya, warga sekitar termasuk warga Pontianak dan sekitarnya ramai berkunjung. Cinta Mempawah Mangrove Park jadi destinasi wisata yang ramah h di kantong.
Kesungguhan ini pun dilirik oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam hal ini PLN Unit Induk Wilayah Kalbar. Sejak 2018, PLN Kalbar terus berupaya membantu agar desa tersebut menjadi Desa Mandiri dengan ikon desa wisatanya.
Tercatat, bantuan melalui Program PLN Peduli ini berupa kegiatan penanaman 10 ribu pohon mangrove dan pembangunan fasilitas umum (WC dan Mushola) pada 2018.
Baca juga: Tingkatkan Sinergisitas, Sat Binmas Polres Sambangi Kantor Perhubungan dan Kantor PLN Ketapang
Dilanjutkan pada 2019 dengan penanaman kembali 10 ribu pohon mangrove dan pembangunan fasilitas track lintasan pejalan kaki sepanjang 540 meter, spot foto bagi pengunjung hingga gapura objek wisata.
Pada tahun 2020, dilakukan pembuatan kantin tepi pantai untuk lapak berjualan bagi pelaku UMKM Desa SBBL serta perbaikan sarana dan prasarana.
Hingga saat ini PLN Kalbar telah menggelontorkan bantuan bertahap dengan total nilai Rp 400 juta.
Ketua BUMDes SBBL, Ishak Alqindi, menuturkan dengan perbaikan fasilitas sarana prasarana yang dibantu PLN, maka membantu meningkatkan jumlah pengunjung.
Baca juga: 28.347 Pelanggan di Kalbar Unduh PLN Mobile, Buktikan Kecepatan Layanan Kelistrikan
Ketika sebelum terjadi pandemi Covid-19, Kunjungan dalam sepekan bisa lebih dari 200 pengunjung.
“Dalam seminggu omzet dari penjualan tiket masuk bisa mencapai Rp 2 juta. Namun ini saat sebelum pandemi, saat belum ada pembatasan aktivitas masyarakat. Kalau saat pandemi omzet turun drastis, hanya mencapai Rp 1 juta sebulan,” ujar Ishak.
Cinta Mangrove Park merupakan kawasan ekowisata mangrove yang dikembangkan dengan mengedepankan konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Misalkan saja, track atau lintasan yang dibangun dengan bahan kayu atau material ramah lingkungan. Selain ada juga papan-papan edukasi penjelasan seputar mangrove.
“Kami juga mempersilahkan siapapun atau dari instansi manapun yang ingin menanam mangrove di sini." ujarnya.
Baca juga: Masyarakat Terdampak Covid-19 Bersyukur Peroleh Bantuan Listrik Dari PLN Kalbar
"Saat ini luasannya ada 2 hektare. Hanya kami sarankan jika ingin menanam sebaiknya di bulan 3-6 karena faktor cuaca yang mendukung. Di sini abrasi luar biasa. Kami juga melakukan penanaman yang modalnya dari dana pengelolaan taman,” jelasnya.
Terkait bantuan yang diberikan PLN melalui program pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sangat membantu dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa untuk menuju Desa Mandiri.
Sekedar informasi saja, Pemprov Kalbar bertekad secara bertahap sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 akan diwujudkan paling sedikit ada 425 Desa Mandiri di Kalbar.
Dengan dikembangkannya destinasi Cinta Mangrove Park ini maka secara otomatis banyak usaha rumahan yang berkembang.
Mereka aktif membuat kuliner olahan buah mangrove seperti sirup dan dodol. Lalu produk kuliner, aneka olahan laut seperti ikan asin, terasi.
Sasarannya konsumen adalah pengunjung Cinta Mangrove Park dan pasar-pasar di Mempawah.
Baca juga: Cek Kesiapan Petugas Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru, GM PLN Kalbar Kunjungi Unit Layanan
“Produk olahan ini bisa jadi oleh-oleh untuk pengunjung terutama yang datang dari luar Mempawah,” katanya.
Saat ini juga telah ada fasilitas WiFi. Hal ini memungkinkan pengunjung untuk lebih leluasa bermedia sosial untuk mempromosikan wisata tersebut.
Ishak menuturkan dengan fasilitas internet ini pula, pihaknya berharap anak-anak sekolah yang masih harus belajar daring bisa menggunakan fasilitas yang ada.
“Atas nama masyarakat Desa Sungai Bakau Besar Laut, kami mengucapkan terima kasih kepada PLN dan berbagai pihak yang turut peduli dalam menjaga kelestarian lingkungan Cinta Mangrove Park ini. Masyarkat turut terbantu untuk meningkatkan perekonomian apalagi di tengah pandemi saat ini,” kata Ishak.
General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo menjelaskan pengembangan desa wisata mangrove di desa Sungai Bakau Besar Laut ini memiki dua manfaat. Pertama, sebagai upaya PLN dalam mendorong peningkatan ekonomi masyarakat sekitar. “Kedua, mendorong masyarakat untuk ikut melakukan pelestarian lingkungan," ungkapnya.
Diakuinya, upaya penanaman pohon mangrove yang dilakukan, selain dapat menyelamatkan ekosistem alam dan mengurangi dampak abrasi yang disebabkan oleh ombak, juga mengurangi angka kemiskinan melalui pengembangan desa wisata.
Baca juga: Aggressive Marketing PLN Kalbar, Upaya Dorong Pertumbuhan Penjualan Energi Listrik
Saat ini juga telah terpasang WiFi gratis untuk ruang publik, hasil kerjasama antara Diskominfo Kabupaten Mempawah dengan Icon + (anak perusahaan PLN) yang dapat dipergunakan oleh masyarakat termasuk para pelajar yang sedang belajar dengan sistem online, dan tentunya juga dapat dimanfaatkan oleh para pengunjung Cinta Mangrove Park.
"Kami berharap, melalui bantuan yang diberikan akan terbentuk Desa Mandiri yang dapat mensejahterakan masyarakat sesuai dengan program Pemerintah Kabupaten Mempawah," ujar Ari.
Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi sempat mengaku terpukau dengan perubahan yang terjadi Cinta Mangrove Park saat mengunjunginya pada akhir tahun lalu.
Meski Cinta Mangrove Park boleh dikatakan dibangun secara diam-diam dan tak pernah terekspos, namun hasilnya cukup mencengangkan. Apalagi pengelolaannya dilakukan oleh BUMDes.
“Semoga apa yang telah dilakukan Pemdes SBBL, Bumdes dan masyarakatnya ini dapat ditiru oleh desa-desa lainnya untuk lebih kreatif dan membuat inovasi baru dalam menggali potensi daerah masing-masing,” harap Muhammad Pagi.