Breaking News:

2 Warga Binaan yang Jadi Otak Pengiriman Sabu Dari Malaysia Akan Dikirim ke Nusakambangan

Terkait masih adanya warga binaan yang terlibat dalam peredaran Narkoba, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwilkumham Kalbar Suprobowati mengaku kebobola

TRIBUNPONTIANAK/FERRYANTO
Tiga dari 5 Tersangka pengiriman 2 kg narkoba jenis sabu jaringan internasional, dimana 2 tersangka merupakan warga binaan, Kamis 25 Februari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dua warga binaan di Kalimantan Barat kembali menjadi otak dibalik pengiriman narkoba dari Malaysia yang akan diedarkan di Kota Pontianak.

Tak tanggung-tanggung, 2 kg narkoba berhasil di masukkan dua warga Binaan itu ke Indonesia dari jalur tikus melalui kurir kurirnya.

Beruntung BNN bersama penegak hukum lain berhasil menggagalkan pengiriman tersebut dan berhasil membongkar otak dibalik pengiriman narkoba itu yakni BD yang merupakan warga binaan Lapas kelas 2 A Pontianak dan HR warga binaan rutan kelas 2 pontianak.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwilkumham Kalbar Suprobowati saat hadiri pemusnahan 2 kg narkoba jenis sabu jaringan internasional, dimana 2 tersangka merupakan warga binaan, Kamis 25 Februari 2021.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwilkumham Kalbar Suprobowati saat hadiri pemusnahan 2 kg narkoba jenis sabu jaringan internasional, dimana 2 tersangka merupakan warga binaan, Kamis 25 Februari 2021. (TRIBUNPONTIANAK/FERRYANTO)

Dimana kurir - kurir yang di perintahkan dua warga binaan itu Diringkus petugas pada Rabu 3 Februari 2021 di jalan Trans Kalimantan, yang direncanakan sabu seberat 2 kg itu diedarkan di Pontianak.

Terkait masih adanya warga binaan yang terlibat dalam peredaran Narkoba, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwilkumham Kalbar Suprobowati mengaku kebobolan dan heran atas hal itu.

Baca juga: 2 Kg Sabu Asal Malaysia Dimusnahkan, BNN Ungkap 2 Warga Binaan Ikut Terlibat

Lantaran selama masa Pandemi Covid 19 pihak lapas maupun rutan sudah tidak memperkenan adanya kunjungan langsung pihak keluarga, karena kunjungan di atur dengan virtual.

"Tapi memang kami masih kebobolan, mereka kok bisa bisa memiliki handphone untuk digunakan transaksi atau yang lain,"ujarnya saat hadir dipemusnahan narkoba tersebut di Kantor BNN kota Pontianak, kamis 25 Februari 2021.

Suprobowati mengatakan terkait sidak di dalam lapas maupun rutan, selalu di lakukan secara rutin.

Terhadap Warga Binaan yang kembali menjadi otak terkait kasus narkoba ataupun berpotensi besar merupakan pengendali peredaran narkoba, ia mengatakan akan mengirimnya ke Nusakambangan sebagai upaya pencegahan.

"Kami memiliki program terhadap warga binaan seperti BD dan HR ini merupakan target kami untuk segera kami Pindahkan ke Nusakambangan, dan itu program yang kami rutin lakukan,"tegasnya. (*)

Penulis: Ferryanto
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved