Breaking News:

BPBD Sebut Ada 4 Aspek Pencegahan dan Pengendalian Karhutla di Kabupaten Sekadau

Untuk lahan gambut di Kabupaten Sekadau tergolong sedikit dan untuk karhutla di lahan gambut hingga saat ini belum ada.

TRIBUNPONTIANAK/MARPINA SINDIKA WULANDARI
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sekadau, Matius Jon. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - BPBD Kabupaten Sekadau sebut ada 4 aspek yang digunakan dalam pencegahan dan pengendalian karhutla di Kabupaten Sekadau, Rabu 24 Februari 2021.

Hal itu dikatakan Kalak BPBD Sekadau, Matius Jon karena untuk lahan gambut di Kabupaten Sekadau tergolong sedikit dan untuk karhutla di lahan gambut hingga saat ini belum ada.

Aspek-aspek tersebut diantaranya, Pencegahan melalui deteksi dini, Pengendalian dengan membuat regulasi terkait masalah pengaturan jika memang karhutla tidak bisa dihindarkan.

Melakukan Aksi pemadaman, dengan mematikan api yang menghanguskan suatu lahan atau hutan.

Baca juga: Antisipasi Karhutla, Plh Bupati Sekadau Harap Semua Pihak Dapat Saling Koordinasi

Serta pelaku yang sengaja maupun tidak harus dilakukan penindakan agar memberikan efek jera.

Untuk jumlah hotspot di Kabupaten Sekadau, hingga saat ini memang dari tahun ke tahun meningkat, dengan tingkat kepercayaan 70 - 100 persen.

Terkhusus di tahun 2020 yang merupakan musim hujan justru mengalami peningkatan jumlah hotspot.

"Tahun 2020 hotspot meningkat sebanyak 1981 titik hotspot, berdasarkan data dari Lapan, dengan mengambil dari 4 citra satelit. Padahal musim hujan," kata Matius Jon.

Naiknya jumlah hotspot tersebut diperkirakan akibat beberapa faktor, diantaranya, dari keempat satelit tersebut bisa saja mendatang lokasi yang sama, tetapi dalam pendataan ada 4.

Kemudian, saat ini juga tidak lagi menggunakan tingkat kepercayaan 70 persen, tetapi menggunakan dari 0-100 persen. Yang artinya jika ada terjadi kebakaran dalam lingkup kecil, tetap bisa terdeteksi sebagai hotspot.

Sementara itu, untuk lokasi terbanyak penyumbang hotspot ada Kecamatan Belitang Hulu, dengan jumlah 408 hotspot, dan yang paling sedikit adalah Kecamatan Belitang.

Sedangkan untuk di tahun 2021, Kalak BPBD mengatakan, berdasarkan ramalan BMKG akan ada kemarau di Kabupaten Sekadau.

Tetapi untuk saat ini sampai April, Kabupaten Sekadau masih di selingi musim hujan dengan intensitas rendah hingga menengah. (*)

Penulis: Marpina Sindika Wulandari
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved