Breaking News:

SMKN 1 Sukadana Alokasikan Bantuan Kuota Gratis untuk Pelajar Lewat Dana BOS

Tulus mengungkapkan, pihaknya belum menerima informasi dari Pemerintah Provinsi soal bantuan kuota internet.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala SMK Negeri 1 Sukadana, Tulus. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - SMK Negeri 1 Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat mengalokasikan bantuan kuota gratis bagi siswa-siswi mereka melalui dana BOS.

Kepala SMK Negeri 1 Sukadana, Tulus mengungkapkan, saat ini penerapan belajar daring mereka terkendala oleh keterbatasan kuota internet, jaringan, serta smartphone yang dimiliki siswa-siswi.

"Kendala masih sama, yaitu terkait jaringan internet, masalah HP, kuota dan lain-lain," kata Tulus, Senin 22 Februari 2021.

Tulus mengungkapkan, pihaknya belum menerima informasi dari Pemerintah Provinsi soal bantuan kuota internet.

Oleh karenanya pihaknya berinisiatif mengalokasikan bantuan kuota lewat dana BOS bagi siswa-siswi yang aktif mengumpulkan tugas maupun mengikuti pembelajaran daring.

Baca juga: Bupati Citra Ingatkan Seluruh Masyarakat Kayong Utara untuk Saling Menghargai dalam Perbedaan

"Bagi siswa yang tidak mengumpulkan tugas dan tidak mengikuti pembelajaran maka tidak akan mendapatkan bantuan kuota belajar dari sekolah," jelas Tulus.

Tulus lantas menerangkan, wali kelas bakal diinstruksikan sebagai koordinator masing-masing kelas.

Dengan begitu, data siswa-siswi untuk mendapatkan bantuan kuota belajar online ini akan diperoleh dari masing-masing guru mata pelajaran.

Dia pun menambahkan, pihak sekolah sifatnya hanya membantu serta besaran kouta yang bakal diberikan pun tengah disesuaikan dengan kemampuan sekolah.

Baca juga: UPT Air Bersih Kayong Utara Akui Belum Dapat Salurkan Bantuan Air Bersih

"Belum fix besarannya. Yang pasti kami dalam proses menghimpun data siswa yang aktif ikut pembelajaran daring. Dan perlu saya tekankan di sini bahwa sekolah sifatnya membantu, bukan menanggung karena akan beda arti dan maknanya," tegasnya.

Tulus pun menegaskan, bantuan kuota gratis ini hanya diberikan selama penerapan pembelajaran daring.

Pemberian bantuan bakal dihentikan setelah belajar tatap muka diberlakukan.

"Jika sudah tatap muka akan dihentikan dan dialihkan untuk kegiatan kesiswaan dan lainnya," lanjut Tulus. (*)

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved