Breaking News:

UPT Air Bersih Kayong Utara Akui Belum Dapat Salurkan Bantuan Air Bersih

"Karena darurat bencana kekeringan belum bisa ditetapkan dan dianggap di akhir Februari ini akan ada turun hujan info dari BMKG," kata Eman

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Petugas UPT Air Bersih Dinas PUPR Kayong Utara menunjukkan batu berukuran cukup besar yang mereka temukan di dalam pipa aliran air bersih dari sumber Air Pauh, Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana, Selasa 2 Februari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONGUTARA - Kepala UPT Air Bersih Dinas PUPR Kayong Utara, Eman Awaludin mengungkapkan alasan bantuan air bersih untuk sementara belum dapat disalurkan.

Dia mengatakan, hal ini dikarenakan darurat bencana kekeringan belum dapat ditetapkan.

Menurut BMKG pun, kata Eman, diprediksi bakal turun hujan di akhir Februari ini.

"Karena darurat bencana kekeringan belum bisa ditetapkan dan dianggap di akhir Februari ini akan ada turun hujan info dari BMKG," kata Eman, Senin 22 Februari 2021.

Baca juga: Alirkan Air Bersih, Warga Rantau Panjang Gotong Royong Bareng UPT Air Bersih Kayong Utara

Eman menyebut untuk sementara debit air bersih di beberapa daerah masih terkendali.

Meski begitu, dia pun tidak menampik ada beberapa kawasan yang terkendala.

"Khusus sumber air yang kami kelola seperti Lubuk Tapah Mentubang, debit air masih aman. Namun Nek otong, Mandi Bintang, Gang Topeng, Sarawak, Pondopo Bupati, dan Pantai Pulau Datok yang tidak aman," imbuhnya.

Oleh karenanya, Eman menambahkan pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih di sejumlah titik yang terkendala.

"Di Kota Sukadana ya mau bagaimana lagi kami bantu seperti Komplek Anjang Odang, Perumahan Nelayan, Tambak Rawang, Kampung Dalam yang susah dapat air walaupun serba gratis semua," ujar Eman. (*)

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved