Breaking News:

Kakankemenag Mempawah Prihatin Pelecehan Seksual Terhadap Anak Masih Terjadi

Mi'rad juga meminta pihak Kepolisian menindak tegas terhadap pelaku pelecehan ataupun pencabulan terhadap anak dibawah umur.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ramadhan
Kepala Kantor Kemenag Mempawah, Mi'rad. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mempawah, H. Mi'rad, mengaku prihatin karena masih muncul kekerasan dan pelecehan seksual (cabul) terhadap anak-anak.

Dirinya merasa prihatin, karena hal ini masih saja muncul dan menimpa anak-anak yang belum tahu apa-apa, yang masih polos.

"Kami merasa sangat prihatin dan kesal karena kasus seperti ini terulang lagi, dan kedepannya kita berharap agar kejadian seperti ini tidak menimpa anak-anak kita, calon penerus bangsa," ujarnya kepada Tribun, Senin 22 Februari 2021.

Mi'rad berharap, kasus serupa seperti ini tidak akan pernah menghampiri Kabupaten Mempawah, dan dirinya juga berharap semua pihak berkontribusi melakukan pencegahan kasus pelecehan seksual.

Baca juga: KPAID Mempawah Akan Dampingi Korban Kasus Pencabulan di Jongkat

"Untuk mencegah kejadian ini terulang kembali maka perlu kerjasama dari berbagai pihak seperti Pemerintah, Kepolisian, KPAID, Tokoh agama, Tokoh masyarakat, Tokoh Pemuda, Media, Ormas, dan para orang tua," jelas Mi'rad.

Dirinya juga mengatakan, Kementerian Agama kabupaten Mempawah akan berupaya melakukan pencegahan sesuatu yang melanggar norma keagaaman.

"InsyaAllah, kita akan gencarkan sosialisasi pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak-anak melalui kegiatan pembinaan terhadap guru-guru madrasah dan pondok pesantren," katanya.

Mi'rad juga mengatakan, akan lebih memberdayakan penyuluh-penyuluh agama Kemenag Mempawah untuk mensosialisasikan upaya perlindungan anak dari tindakan kekerasan, dan pelecehan seksual melalui kegiatan pembinaan di majelis taklim, khutbah, ceramah dan bimbingan keagamaan.

"Serta akan kita lakukan sosialisasi upaya perlindungan anak dari tindakan kekerasan melalui kegiatan bimbingan pernikahan dan penasehatan perkawinan di Kantor Urusan Agama kecamatan," ujarnya.

Mi'rad juga mengajak kepada orangtua, untuk lebih aktif melakukan pengawasan tehadap anak-anaknya.

"Kita juga meminta, kepada orangtua agar memperhatikan anaknya, jangan terlalu membiarkannya bersama lawan jenis, apalagi orang asing yang baru dikenal," tegasnya.

Mi'rad juga meminta pihak Kepolisian menindak tegas terhadap pelaku pelecehan ataupun pencabulan terhadap anak dibawah umur.

"Tindak secara tegas sesuai Undang-Undang yang berlaku di negeri ini," pungkasnya. (*)

Penulis: Ramadhan
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved