Tips Aman Saat Terjadi Kebakaran, Jangan Panik, Lakukan Sejumlah Langkah Berikut
Instruktur Pemadam Kebakaran Panca Bhakti Pontianak Edi Efendi menerangkan, korban meninggal dunia pada musibah kebakaran bukan hanya akibat luka baka
Penulis: Ferryanto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - 7 Unit Ruko di Kota Singkawang ludes di Lalap Jago Merah, Jumat 19 Februari.
Satu orang penghuni dikabarkan meninggal dunia akibat mengalami gangguan pernapasan ketika musibah kebakaran itu terjadi.
Instruktur Pemadam Kebakaran Panca Bhakti Pontianak Edi Efendi menerangkan, korban meninggal dunia pada musibah kebakaran bukan hanya akibat luka bakar.
Melainkan juga dapat disebabkan terlalu banyak menghirup gas beracun akibat berbagai bahan bangunan yang terbakar.
Baca juga: Kebakaran Telan Korban Jiwa di Singkawang, Wali Kota Tjhai Chui Mie Evaluasi Fasilitas Damkar
Sebelum meninggal, sang korban akan pingsan terlebih dahulu karena kehabisan oksigen dan terlalu banyak menghirup gas CO2 (Karbon Dioksida).
Saat terjadi peristiwa kebakaran di sebuah bangunan hendaknya jangan panik, bila ada segera menutup hidung dengan kain yang sudah dibasahi air, dan bila mengetahui jalan keluar segera keluar.
Baca juga: Kebakaran Deretan Ruko Renggut Satu Korban, Wali Kota Singkawang Sampaikan Ungkapan Belasungkawa
Jika jalan keluar tertutup api, maka bila ada, dapat mencari kain besar yang dibasahi untuk menutup diri agar terlindung dari api saat berusaha keluar melalui jalan yang sudah di hafal.
Bilamana terjebak di dalam ruangan yang penuh asap, sembari menutup hidung dengan kain basah, dapat menundukkan badan untuk mendapatkan oksigen, karena pada situasi kebakaran tersebut masih terdapat oksigen di antara lantai dan asap Kemudian, perlahan - lahan mencari jalan keluar. (*)