Breaking News:

Rumah Amal Muwahhidin Bangun Sumur Bor Didekat Lokasi Rawan Karhutla

Lokasi ini beberapa hari lalu, sempat dilanda kebakaran lahan yang cukup mengkhawatirkan karena lahan yang terbakar jaraknya hanya beberapa meter saja

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Rumah Amal Muwahhidin (RAM) saat mengambil air hasil sumur bor yang dibuat di lokasi rawan kebakaran lahan, jalan Parit Demang, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Provinsi Kalba 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Rumah Amal Muwahhidin (RAM) membuat sumur bor di lokasi rawan kebakaran lahan, jalan Parit Demang, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Provinsi Kalbar.

Lokasi ini beberapa hari lalu, sempat dilanda kebakaran lahan yang cukup mengkhawatirkan karena lahan yang terbakar jaraknya hanya beberapa meter saja dari pemukiman warga. 

"Berawal dari terjadinya kebakaran lahan kemarin, kami dari pihak yayasan membuat sumur bor. Karena, saat petugas ingin memadamkan api di lokasi ini, mereka kesulitan mendapat pasokan air," kata Ketua Yayasan RAM Ribuwansah, Jumat 19 Februari 2021.

Baca juga: Kebakaran Hutan di Kawasan Parit Demang, Kombes Pol Leo Joko Sampaikan Kesulitan Sumber Air

Adanya sumur bor di lokasi yang tengah dibangun Islamic Center Muwahhidin (ICM), diharapkan bisa dimanfaatkan warga sekitar dan petugas pemadam jika terjadi kebakaran lahan. 

"Kami silahkan warga atau petugas pemadam jika memerlukan air untuk kepentingan memadamkan api, silahkan ambil saja di sumur bor ini. Ini juga upaya kita, mendukung langkah Pemkot Pontianak dan aparat mencegah terjadinya kebakaran lahan," timpalnya. 

Ribuwansah juga mendorong agar pemilik tanah di lokasi Parit Demang peduli terhadap potensi kebakaran lahan yang berpeluang terjadi, apalagi saat intensitas hujan sangat rendah seperti sekarang. 

"Biayanya juga tidak mahal, kurang dari dua jutaan dengan kedalaman sekitar 18 meter. Alhamdulillah, airnya cukup lancar," ujarnya. 

Terkait langkah pencegahan, dirinya juga meminta agar semua pihak melakukan antisipasi kebakaran lahan. Yaitu, tidak membuka lahan dengan cara membakar.  

"Kita sama-sama menjaga ya, sebagai bentuk ikhtiar sambil berdoa agar segara turun hujan. Apalagi kondisi lahan gambut di sekitaran Parit Demang sangat rentan terbakar," tutup Ribuwansah. (*)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved