Breaking News:

Delapan Daerah Zona Kuning, Kadiskes Kalbar Tegaskan Akan Bubarkan Tempat Berkerumun Hingga Denda

Mengingat sudah berada pada zona penularan rendah, Harisson menegaskan agar penerapan protokol kesehatan covid-19 tetap terlaksana dengan ketat. Terkh

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Kadiskes Kalbar, Harisson 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson menyampaikan berdasarkan data risiko penularan Covid-19 Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat.

Per 14 Februari 2021, sebanyak delapan Kabupaten/Kota yang berada pada zona risiko penularan rendah atau zona kuning.

Dari delapan Kabupaten/Kota itu, diantaranya Kabupaten Kubu Raya, Sambas, Sanggau, Ketapang, Sekadau, Mempawah dan Kabupaten Bengkayang, serta Kota Pontianak.

Mengingat sudah berada pada zona penularan rendah, Harisson menegaskan agar penerapan protokol kesehatan covid-19 tetap terlaksana dengan ketat. Terkhusus Kota Pontianak yang saat ini berada pada zona kuning atau risiko rendah.

Baca juga: Harisson Sebut Kota Pontianak Potensi Jatuh Kembali ke Zona Merah Covid-19

Harisson menilai, di Kota Pontianak sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Barat harus tetap dijaga zona risiko penularan Covid-19, namun sejauh ini ia menilai masih banyak masyarakat yang berkerumun. 

"Terutama pada setiap malam Sabtu, malam Minggu dan malam Senin itu ramai. Cafe-cafe, warung-warung kopi itu penuh, tempat umum penuh didatangi oleh pengunjung. Untuk itu satgas provinsi Kalimantan Barat bersama satgas Kota nanti akan membubarkan tempat-tempat keramaian, karena ini melanggar Protokol Kesehatan," jelas Harisson.

Dikatakakan Harisson, hal tersebut dilakukan berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Kalbar Nomor 110 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Pada surat edaran dari Gubernur itu, lanjutnya, bahwa fasilitas umum tidak boleh melebihi kapasitas lebih dari 50 persen.

"Kalau lebih 50 persen dia menyalahi protokol kesehatan dan akan kami bubarkan," ungkapnya.

Tidak selesai pada pembubaran saja, Harisson juga menegaskan, bahwa pihaknya akan memberikan sanksi kepada siapa saja yang menimbulkan kerumunan.

"Kami akan memberikan denda kepada pemilik atau pengusahanya. Pertama mungkin akan kami panggil dulu kalau memang kapasitasnya lebih dari 50 persen, maka meja dan kursinya akan kami sita. Seandainya mereka menyiapkan tempat kursi dan meja untuk pengujung yang melebihi 50 persen dari kapasitas mereka," tandasnya.

Selain itu, Harisson juga mengatakan bahwa pihaknya juga akan melakukan swab test pada razia yang akan digelar nantinya.

"Swab tetap kita lakukan, kita akan memberlakukan razia di cafe-cafe supaya kota Pontianak tetap zona kuning. Sehingga anak-anak bisa sekolah tatap muka," ujarnya.  (*)

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved