Breaking News:

Resiko Penularan Tinggi, Ditemukan 5 Kasus Positif Hasil Swab PCR di Bioskop XXI Ayani Mega Mall

Harisson mengatakan penonton harus lebih paham karena ruangan Bioskop tidak memiliki ventilasi udara dan menggunakan AC maka resiko penularan tinggi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Kadiskes Kalbar, Harisson saat diwawancarai di RSJ Sungai Bangkong Pontianak, Kamis 18 Februari 2021.//Anggita Putri 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengatakan total ada 5 kasus positif COVID-19 yang ditemukan berdasarkan swab acak PCR di Bioskop Ayani Mall Pontianak, Kamis 18 Februari 2021.

Razia swab PCR pertama dilakukan pada Jumat 12 Februari terhadap 22 orang pengunjung bioskop Ayani Mall dengan hasil 3 orang dinyatakan positif COVID-19.

Lalu razia kedua dilakukan pada 13 Februari 2021 terhadap 19 orang pengunjung bioskop Ayani Mega Mall Pontianak dan ditemukan dua orang kasus positif COVID-19.

“Jadi total dari 41 orang pengunjung bioskop Ayani Mall Pontianak yang kita swab, ditemukan kasus positif sebanyak 5 orang dengan persentase 12 persen kasus positif yang ada didalam Bioskop tersebut,” ujar Harisson.

Baca juga: Wali Kota Pontianak Sebut Penerapan Prokes di Bioskop Harus Ketat

Terhadap 5 orang penonton yang ditemukan kasus positif ini 3 kasus sebelumnya merupakan warga Pontianak, dan dua kasus pada razia kedua adalah warga Kabupaten Sanggau dan Sekadau.

“Kedua orang yang domisili Kabupaten Sanggau dan Sekadau ini pergi ke Kota Pontianak untuk liburan,” ucapnya.

Harisson mengatakan dua orang penonton yang dinyatakan kasus positif COVID-19 tersebut diantaranya ada satu yang memiliki CT yang tinggi mencapai 27,2 yang memang cukup tinggi viral loadnya.

Sedangkan kasus satunya lagi CT nya sebesar 37,62.

“Terhadap dua orang ini kita sudah minta lakukan isolasi mandiri dan memang rumahnya memenuhi syarat untuk isolasi,” ujarnya.

Harisson mengimbau para penonton harus tetap menerapkan prokes supaya tidak tertular atau lebih baik lagi kurangi untuk pergi menonton.

Harisson mengatakan penonton harus lebih paham karena ruangan Bioskop tidak memiliki ventilasi udara dan menggunakan AC.

Sehingga sirkulsi udaranya tidak bagus, maka dari itulah resiko penularannya tinggi.

“Apalagi kalau ada penonton yang masuk terus membuka maskernya lalu dia batuk ataupun bersin dan menyentuh kursi, setelah itu diduduki oleh orang lain lagi. Itu akan berpotensi menularkan virus,” ujarnya.

Harisson menegaskan untuk Pengelola Bioskop harus terus memperhatikan Prokes karena dari pemeriksaan dilakukan pada satu bioskop saja persentasenya 12 persen kasus positif COVID-19.

“Jadi harus disiplin mengawasi penonton supaya tidak menularkan virus terhadap penonton lainnya. Lalu untuk penyemprotan harus dilakukan setelah dan sebelum menonton jadi tidak boleh ditunda,” pungkasnya. (*)

Penulis: Anggita Putri
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved