3 Hektare Lahan Terbakar di Desa Peniraman, Berikut Langkah yang Dilakukan PT PSP

Asisten Humas PT PSP, Subianto menyampaikan bahwa titik api terpantau pada hari Kamis tanggal 11 Februari 2021 oleh tim pemantau api melalui menara pe

Penulis: Ramadhan | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, lakukan kunjungan dan turun langsung lakukan pengecekan lokasi kebakaran, di perbatasan kebun masyarakat dengan PT Peniti Sungai Purun (PT PSP), Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Rabu 17 Februari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, lakukan kunjungan dan turun langsung lakukan pengecekan lokasi kebakaran, di perbatasan kebun masyarakat dengan PT Peniti Sungai Purun (PT PSP), Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Rabu 17 Februari 2021.

Sekitar pukul 14.30 WIB, rombongan Kapolres, beserta anggota Polres, serta jajaran Polsek Sungai Pinyuh, dan juga tim pemadam dari PT PSP, berupaya melakukan pemadaman api dilokasi kebakaran.

Asisten Humas PT PSP, Subianto menyampaikan bahwa titik api terpantau pada hari Kamis tanggal 11 Februari 2021 oleh tim pemantau api melalui menara pemantau.

Baca juga: Sat Reskrim Polres Mempawah Amankan Terduga Pelaku Karhutla Desa Peniraman

"Kami telah membentuk tim damkar dan tim pemantau api, dimana setiap Abdeling terdapat tim pemantau api, setiap tim juga berjumlah lebih kurang 20 orang di 4 abdeling, yang bertugas untuk patroli dan monitoring titik api di areal perkebunan," jelasnya.

Subianto lenjut menjelaskan, dari hasil pemantauan ditemukan adanya titik api, yaitu lahan yang terbakar adalah kebun karet, dan kebun sawit, serta lahan kosong milik masyarakat Desa Peniraman, yang berlokasi di Abdeling 1 perbatasan antara kebun PT PSP dengan lahan masyarakat Desa Peniraman.

"Lahan yang terbakar kurang lebih 3 hektare, dan telah dilakukan upaya pemadaman oleh Tim Pemadam Api dari PT PSP, dengan menggunakan mobil damkar dan mesin Robin, serta pembuatan kanal menggunakan alat berat excavator untuk membatasi api tidak merambat ke area perkebunan," tutupnya.  (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved