Bulan Rajab Adalah Haram, Wajib Puasa? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad dan Ustadz Khalid Basalamah

Ustadz Khalid Basalamah dan Ustaz Abdul Somad menyebut tidak ada amalan khusus seperti puasa dan membaca doa tertentu di bulan Rajab.

Editor: Marlen Sitinjak
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Ustadz Abdul Somad dan Ustadz Khalid Basalamah. 

Artinya: Aku berniat puasa sunah Rajab esok hari karena Allah SWT.

Jika berniat berpuasa sejak malam hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى

“Nawaitu shouma ghadin ‘an ada-i sunnati rojaba lillahi ta‘ala”

Artinya: Aku berniat puasa sunah Rajab besok hari karena Allah Ta’ala.”

Jika berniat pada siang hari sebelum masuk waktu Dzuhur:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى

“Nawaitu shouma hazal yaumi ‘an ada-i sunnati rojaba lillahi ta‘ala”

Artinya: Aku berniat puasa sunah Rajab hari ini karena Allah Ta’ala.

Jika lupa berniat atau melafalkan niat puasa Rajab di malam harinya, Anda boleh menyusul pelafalan niat puasa Rajab ketika ingat pada saat itu.

Kewajiban berniat pada malam hari berlaku pada puasa wajib, sementara untuk puasa sunnah, niat boleh dilakukan pada siang hari selagi belum makan, minum, dan melakukan hal-hal lain yang membatalkan puasa sedari subuh. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved