Khazanah Islam

Sahur Puasa Rajab Jam Berapa ? Cek Waktu Sahur Puasa Rajab 2021 Sabtu 13 Februari 2021 !

Artikel ini memuat waktu sahur puasa Rajab 2021 ! Sahur puasa Rajab jam berapa ?

Editor: Jimmi Abraham
Freepik.com
Ilustrasi sahur. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Artikel ini memuat waktu sahur puasa Rajab 2021 ! Sahur puasa Rajab jam berapa ?

Cek jadwal imsak puasa Rajab hari Sabtu 13 Februari 2021 atau bertepatan dengan 1 Rajab 1442 H.

Umat Muslim disunahkan untuk menjalankan puasa Rajab karena bulan ini memiliki banyak keutamaan.

Niat puasa Rajab dan qadha Ramadhan ada di artikel ini.

Baca juga: Amalan Malam 1 Rajab 1442 Hijriyah ! Ini Bacaan Niat Puasa Rajab 2021 pada Sabtu 13 Februari 2021

Baca juga: Niat Sahur Puasa Rajab Latin dan Arab, Tata Cara Puasa Rajab serta Keistimewaan Puasa di Bulan Rajab

Jadwal imsakiyah Sabtu, 13 Februari 2021 wilayah Surabaya:

Imsak       : 04:05

Subuh      : 04:15

Dhuhur   : 11:47

Ashar      : 14:59

Maghrib :17:57

Isya         : 19:08

Jadwal imsakiyah Sabtu, 13 Februari 2021 wilayah Jakarta:

Imsak       : 04:30

Subuh      : 04:40

Dhuhur    : 12:10

Ashar       : 15:24

Maghrib   : 18:19

Isya            : 19:30

Untuk melihat waktu imsak daerah lain di Indonesia, anda tinggal memilih sesuai lokasi kabupaten atau kota tempat tinggal anda melalui link berikut ini :

LINK

Waktu Puasa Rajab

Umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan di bulan Rajab.

Amalan utama adalah puasa, lantas kapan jadwal Puasa Rajab 2021?

KH Maimoen Zubair dalam ceramahnya pernah mengatakan waktu Puasa Rajab sebaiknya dilakukan di antara tanggal 1 sampai tanggal 10 Rajab.

Itu artinya antara tanggal 13 - 22 Februari 2021.

Diketahui, bulan Rajab adalah bulan haram atau bulan yang dimuliakan. Bulan Haram terdiri dari 4 bulan, yaitu bulan Dzulqqidah, Dzulhijjah dan Muharram dan Rajab.

Berikut penjelasan tentang puasa Rajab, waktu melaksanakan puasa Rajab, serta amalan di bulan Rajab selain puasa selengkapnya.

Puasa Rajab

Waktu puasa Rajab sama seperti menjalankan puasa Ramadhan dan puasa lainnya, yaitu mulai masuknya imsak atau setelah ibadah Shalat Subuh, hingga berkumandang waktu Shalat Maghrib.

Berapa hari puasa Rajab yang dianjurkan?

Menurut berbagai pandangan ulama, puasa Rajab bisa dilakukan pada awal bulan, tengah bulan, atau akhir bulan Rajab.

Sementara jumlahnya pun tidak ada kewajiban khusus, karena puasa Rajab adalah puasa sunnah.
Namun berbagai pandangan ulama menyatakan ada waktu-waktu khusus yang dianjurkan dalam menjalankan puasa Rajab.

Menurut Riwayat al-Thabarani dari Sa'id bin Rasyid:

“Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka ia laksana berpuasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu surga, bila puasa 10 hari, Allah akan mengabulkan semua permintaannya....."

Menurut Ibnu Abbas ra. berkata :

"Puasa di awal bulan Rajab dapat menghapus dosa (kafarat) selama 3 tahun, dihari kedua menjadi kafarat selama 2 tahun, dihari ketiga menjadi kafarat selama 1 tahun, kemudian di setiap hari sesudah itu menjadi kafarat selama 1 bulan". (HR. Abu Muhammad Al-Khalali, Dimuat dalm kitab Jami'Ush-Shaghir)

Sedangkan menurut almarhum Kiai Maimoen Zubair, puasa Rajab bagus dilakukan pada tanggal 1 hingga tanggal 10 Rajab.

"Dalam bulan Rajab hendaknya kita melaksanakan puasa Rajab. Puasa Rajab itu bagusnya dilakukan mulai tanggal satu hingga tanggal 10" jelas almarhum Kiai Maimoen Zubair.

"Jika tidak kuat, puasalah hanya tanggal 10. Jika kuatnya dua hari, puasa tanggal 1 dan 10. Ini bagus. Bulan Rajab kita puasai" tambahnya.

Alasan anjuran puasa di tanggal 1-10 Rajab

Almarhum Kiai Maimoen Zubair dalam ceramahnya menyampaikan anjuran waktu tersebut karena perjalanan hadirnya Nabi Muhammad sebagai utusan Allah.

"Sebab apa? Sebab pada tanggal 10 Rajab Sayyidah Aminah berkumpul dengan Sayyidina Abdullah. Kalian sudah faham "berkumpul" belum?"

"Malam Jumat tanggal 10 Rajab Sayyidah Aminah dan Sayyidina Abdullah berkumpul, tahu kumpulnya pengantin? Tahu? Kumpul pada malam Jumat tanggal 10 Rajab maka turunlah sukma Sayyidina Abdullah kepasa Sayyidah Aminah bersama dengan turunnya nur (Cahaya) Kanjeng Nabi Muhammad. Maka dari itu, sebisa mungkin puasalah pada tangg 10 Rajab" jelas almarhum Kiai Maimoen.

Kebiasaan berpuasa di Bulan Rajab juga dilakukan pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang tersebut.

"Saya itu puasa Rajab pada tanggal 10 saja. Terkadang tanggal 1 dan 10," kata Kiai Maimoen mengakui kebiasannya menjalankan puasa Rajab.

"Saya itu jadi Kiai tapi wasiat ayah saya: 'Jadilah kiayi yang senang enak dunianya juga enak akhiratnya'. Kiai itu bermacam macam. Ada kiai yang tidak memikirkan dunianya. Yang dipikirkan hanya akhirat.

Sampai-sampai dia puasa Dawud. Puasa Dawud itu sehari puasa sehati tidak. Melarat apa tidak? Saya sudah tidak kuat dan tidak mau, sebab abah saya pernah berkata: 'Jika bisa, kamu harus enak dunia juga enak akhiratnya'." Tutur almarhum Kiai Maimoen Zubair.

Lantas bagaimana hukum Puasa Rajab Gabung Utang Puasa Ramadhan?

Karena puasa Rajab adalah puasa sunnah sementara utang Puasa Ramadhan adalah wajib.

Puasa sunnah gabung utang puasa Ramdahan atau Puasa Qadha boleh dilakukan.

Hal ini dijelaskan Buya Yahya dalam ceramahnya berjudul "Bolehkah Puasa Sunnah Muharram Tetapi Masih Punya Hutang Puasa Wajib" di Youtube pada 7 September 2019.

Buya Yahya menjelaskan boleh melaksanakan Puasa Qadha di hari Puasa Sunnah, namun niat Puasa Qadha tetap dilafalkan, tanpa perlu menyebutkan niat puasa sunnah.

Dengan begitu umat Islam mendapat dua pahala sekaligus.

Pertama, karena mengganti puasa yang ditinggalkan, kedua mendapatkan pahala Puasa Sunnah.

Bagaimana Niatnya?

Adapun niat puasa Qadha bulan Ramadan adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضَ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Ghodin 'an qadaa'in fardho ramadhoona lillahi ta'alaa

Artinya :

"Saya niat puasa esok hari karena mengganti fardhu Ramadan karena Allah Ta'ala".

Sementara bagi yang ingin melaksanakan Puasa Rajab saja tanpa qadha adalah sebagai berikut:

Niat Puasa Rajab

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma hazal yaumi ‘an ada-i sunnati rojaba lillahi ta‘ala.

Artinya:

“Aku berniat puasa sunah Rajab hari ini karena Allah Ta’ala.”

Apabila lupa membaca niat puasa, boleh membacanya di siang hari.

Niat Puasa Rajab Siang Hari

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.

Artinya,

Aku berniat puasa sunah Rajab hari ini karena Allah SWT.”

Amalan Bulan Rajab

Al Imam As Suyuthi dalam Al Jami' Al Akbar (1/533) menulis, "Rajab bulan Allah, Sya'ban Rasulullah dan Ramadlan bulan umat Rasulullah".

Untuk bisa meraih pahala di sisi Allah tersebut, ada berbagai amalan yang bisa dilakukan.

Melansir unggahan Pondok Pesantren Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS) Kudus, ada sejumlah amalan yang bisa dilakukan selama bulan Rajab.

Tidak hanya meraih pahala, bulan suci ini bisa jadi kesempatan untuk memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa:

1. Membaca doa ketika masuk bulan Rajab

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Allâhumma bârik lanâ fî rajaba wasya‘bâna waballighnâ ramadlânâ

“Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan.”

(Al 'Asqalany, Tabyiinul 'Ajab 'an Syahri Rajab hal 18)

2. Mengangkat tangan dengan membaca istighfar setiap pagi dan sore 70 kali

رَبِّ اغْفِرْ لِي والرْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ

Rabbighfirlii  Warhamni Watub ‘alayya

3. Membaca Sayyidul Istighfar 3 kali pagi dan sore

اللَّهُمَّ أنْتَ رَبّي لا إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِي وأنا عَبْدُكَ وأنا على عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ ما اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرّ مَا صَنَعْتُ أبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عليَّ وأبُوءُ بِذَنْبي فاغْفِرْ لي فإنَّهُ لا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أنْتَ

Allahumma anta rabbii laa ilaaha illa anta khalaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mas tatha’tu a’uudzu bika min syarri ma shana’tu abuu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abuu-u bi dzanbii faghfir lii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta

Artinya:

Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu, aku akan setia pada janjiku pada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang aku perbuat.

Kuakui segala nikmat-Mu atasku dan aku akui segala dosaku (yang aku perbuat). Maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau.

4. Membaca Istighfar ba'dal Ashar 7 kali

 Astaghfirullâh alladzî lâ ilâha illâ huwa-l-hayyal qayyûma wa atûbu ilaihi

Artinya,

Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia Yang hidup kekal serta terus menerus mengurus (makhluk); dan aku bertobat kepada-Nya.”

5. Membaca tasbih 100 kali

 Tanggal 1-10 Rajab membaca:

سُبْحَانَ اْلحَيِّ الْقَيُّوْمِ

Subhanal hayyil qayyum (100 kali)

Artinya:

Maha Suci (Allah) Yang Maha Hidup lagi Maha Menguasai Segala Sesuatu
- Tanggal 11-20 Rajab membaca
سُبْحَانَ اللهِ اَحَدِ الصَّمَدِ

Subhanallahil ahadish shomad (100 kali)

Artinya :

Maha suci Allah Satu satunya tempat bergantung
- Tanggal 21-akhir bulan Rajab membaca

سُبْحَانَ اللهِ الرَّؤُفِ

- Jumat terakhir bulan Rajab saat khatib di atas mimbar membaca 35kali (bisa dibaca saat khatib duduk antara dua khutbah)

أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ

Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh

Artinya:

Ahmad utusan Allah, Muhammad utusan Allah.” (*)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Jadwal Imsak Puasa Rajab Sabtu 13 Februari 2021 Surabaya dan Jakarta, Dilengkapi Niat Puasa, https://surabaya.tribunnews.com/2021/02/12/jadwal-imsak-puasa-rajab-sabtu-13-februari-2021-surabaya-dan-jakarta-dilengkapi-niat-puasa?page=all

(*)

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved