Breaking News:

Polres Sambas Ungkap Jaringan Narkoba Peredaran Narkoba Libatkan Anak di Bawah Umur

Kapolres Sambas AKBP Robertus B Herry Ananto Pratiknyo, melalui Kasat Resnarkoba Polres Sambas Iptu Wismo mengatakan mereka kembali mengungkap jaringa

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Tersangka H alias D (17) saat diamankan oleh Satres Narkoba Polres Sambas, berserta dengan barang bukti berupa 1 klip shabu-shabu seberat 1,95 gram. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kapolres Sambas AKBP Robertus B Herry Ananto Pratiknyo, melalui Kasat Resnarkoba Polres Sambas Iptu Wismo mengatakan mereka kembali mengungkap jaringan pengedar narkoba di Kabupaten Sambas.

Kali ini kata Kasatresnarkoba Polres Sambas Iptu Wismo jaringan ini melibatkan anak dibawah umur, untuk melakukan pengedaran narkoba jenis shabu-shabu.

"Polres Sambas kembali mengungkap jaringan pengedar narkoba di Kabupaten Sambas. Dengan tersangka adalah anak di bawah umur," katanya, Rabu 10 Februari 2021.

KPPAD Beri Advokasi Kepada Tersangka Narkoba Berstatus Bawah Umur

Dijelaskan oleh Kasatresnarkoba Polres Sambas, sebelumnya mereka menerima laporan masyarakat terkait dengan kecurigaan anak tersebut sering melakukan transaksi barang haram tersebut.

"Setelah mendapat laporan masyarakat, kami melakukan penyelidikan kepada tersangka H alias D berusia 17 tahun," katanya.

Setelah dilakukan penyelidikan kata Kasatresnarkoba bahwa benar, tersangka H memiliki barang haram tersebut, dan menjualnya di daerah Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas.

"Tersangka H diamankan di sebuah halaman minimarket di Dusun Asam Manis RT 19/ RW 10, Desa Tebas, Kecamatan Tebas. Pada malam hari, tanggal 8 Februari 2021 kemarin, pukul 18.00 wib," tuturnya. 

Karenanya, kata Iptu Wismo, H alias D (17) harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Dengan pasal yang di sangkakan, Undang-undang Narkotika sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Junto Pasal 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Untuk itu, Iptu Wismo mengajak semua pihak untuk lebih peduli dan ikut serta dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

"Ini menjadi tugas kita bersama, termasuk orang tua untuk bisa mengawasi anak-anaknya untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Jangan sampai kasus-kasus serupa terulang lagi, dan yang menjadi korbannya adalah anak-anak," tutupnya. (*)

Update Berita Pilihan
Tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > DI SINI

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved