Khazanah Islam
Apa Saja yang Tidak Boleh Dilakukan saat Haid Dalam Islam?
Oleh karena itu, ada beberapa larangan yang tak boleh dilakukan wanita saat haid atau menstruasi.
Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Menstruasi atau haid adalah proses keluar darah dari vagina yang terjadi karena siklus bulanan alami pada tubuh wanita.
Menstruasi atau haid adalah siklus wajar yang akan dialami oleh setiap wanita yang memiliki kondisi kesehatan normal.
Dalam Islam, wanita yang sedang haid artinya dalam kondisi yang tidak suci.
Oleh karena itu, ada beberapa larangan yang tak boleh dilakukan wanita saat haid atau menstruasi.
• Hukum Puasa Rajab Menurut UAS dan UAH, Waspada Terjebak Bidah
Ustadz Abdul Somad mengatakan, orang yang sedang menstruasi tak boleh melakukan 7 hal berikut ini:
1. Megang Al Quran
2. Membawa Al Quran
3. Membaca Al Quran
4. Masuk Masjid
5. Solat
6. Tawaf
7. Puasa
Lalu bagaimana dengan membaca Al Quran menggunakan aplikasi?
UAS menyatakan, membaca Al Quran bagi wanita yang sedang haid, boleh dengan dua catatan pengecualian.
• HUKUM Doa Qunut dan Waktu Membaca Qunut yang Benar, Bacaan Jika Lupa Baca Qunut
Pertama, dia hafal Al Quran.
Orang hafal Quran paling tidak mengulangi hafalannya satu hari dua juz.
Kalau tidak diulang, hilang. Jadi dia boleh mengulang dalam hati.
Kedua, guru boleh membaca walaupun sedang haid.
Namun demikian, saat membaca ayatnya dipotong-potong.
Tak boleh membaca normal seperti orang dalam keadaan suci.
Karena Quran itu suci sementara dia dalam keadaan haid, dalam keadaan tidak suci.
Lalu amalan apa yang bisa dilakukan seorang wanita saat haid?
Ada banyak sekali amalan yang bisa dilakukan.
Berikut ini adalah beberapa contoh amalan wanita saat haid:
1. Memperbanyak Zikir
Meski sedang haid atau datang bulan, seorang perempuan tetap boleh berzikir.
Jenis dzikir sangat banyak, bisa berupa ucapan tasbih, tahmid, takbir, dan lain sebagainya.
Dzikir juga bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun.
Maka perbanyaklah berzikir agar tetap bisa menghimpun pahala dan kebaikan di saat menstruasi.
2. Memperbanyak Sedekah
Amalan berikutnya yang bisa dan sangat boleh dilakukan saat haid adalah bersedekah.
Memperbanyak sedekah bisa dengan berbagai cara, seperti memberi santunan kepada fakir miskin, anak yatim hingga menebar senyuman kebaikan.
Paling penting dalam sedekah ini adalah kamu ikhlas mengerjakannya.
3. Berdoa
Doa saat haid juga dibolehkan.
Doa menjadi pilihan ibadah yang mudah dan sangat dianjurkan.
Doa bisa dilafalkan dengan bahasa apa saja, kapan saja, dan oleh siapa saja, termasuk perempuan yang sedang haid.
Berdoa bisa juga disebut bermunajat.
Di mana seseorang tengah berikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT.
4. Mencari Ilmu
Saat haid, hendaknya perempuan lebih banyak menuntut ilmu, terlebih mempelajari ilmu agama.
Mencari ilmu bisa dilakukan secara mandiri maupun melalui bimbingan guru dengan mendatangi majelis-majelis ilmu.
Hukum mencari ilmu dalam Islam bersifat wajib.
Di mana banyak sekali manfaat yang bisa diambil, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.
تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ فَإِنَّ تَعَلُّمَهُ لِلهِ خَشْيَةٌ، وَطَلَبَهُ عِبَادَةٌ، وَمدَارَسَتَهُ تَسْبِيحٌ، وَالْبَحْثُ عَنْهُ جِهَادٌ
“Belajarlah ilmu, sesungguhnya belajar ilmu kerana Allah adalah suatu bentuk ketakwaan. Mencari ilmu adalah ibadah, menelaahnya adalah tasbih, dan mengkajinya adalah jihad.” (HR Ad-Dailami).
5. Melakukan kegiatan sosial
Di samping ibadah-ibadah yang bersifat ritual, umat Islam juga diperintahkan untuk memperbanyak kegiatan positif yang bersifat sosial.
Misalnya, dengan memberi makan kaum fakir, mengajar, memudahkan urusan orang lain, menyediakan buka puasa untuk anak-anak jalanan, dan lain sebagainya.
Artinya, aktivitas perempuan haid yang menghidangkan sajian untuk keluarga terhitung ibadah.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/apa-saja-yang-tidak-boleh-dilakukan-saat-haid-dalam-islam.jpg)