Breaking News:

Pabrik Kelapa Sawit PT PBL di Desa Engkadu Terancam Dilarang Terima Tandan Buah Segar

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Tokoh Masyarakat Desa Engkadu Sinding kepada Komisi B DPRD Landak, saat melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala Desa Engkadu Andirius (kanan) dan Ketua Bumdes Engkadu Adi (kiri) saat menyampaikan permasalahan dengan PT BPL kepada DPRD Landak pada Selasa 9 Februari 2021 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Palma Bumi Lestari yang berada di Dusun Engkadu, Desa Engkadu, Kecamatan Ngabang, terancam dilarang menerima Tandan Buah Segar (TBS) sawit untuk diolah.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Tokoh Masyarakat Desa Engkadu Sinding kepada Komisi B DPRD Landak, saat melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Selasa tanggal 9 Februari 2021.

Sebelumnya Komisi B DPRD Landak menerima kedatangan Kepala Desa Engkadu Andirius beserta perangkatnya, Ketua Bumdes Engkadu Adi Nugianto, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan Tokoh Adat Desa Engkadu.

Dari unsur pemerintah dihadiri oleh Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Dinas DSPMPD, Kepala Dinas Perijinan Satu Pintu, Kabid Koperasi Diskumindag. Kemudian perwakilan managemen PT PBL.

Anggota DPRD Landak Dapil 4 Hadiri Kegiatan Musrenbang di Kecamatan Banyuke Hulu

Dalam kesempatan tersebut, rombongan perwakilan masyarakat Desa Engkadu menyampaikan keluhan kepada Komisi B DPRD Landak dan Wakil Ketua DPRD Landak.

Terkait permasalahan-permasalahan yang terjadi antara masyarakat setempat dan Bumdes, dengan managemen PT PBL.

Pertama, terkait transparansi jual-beli tanah yang diserahkan warga kepada pihak ketiga yang diduga ada mengambil keuntungan sepihak.

Kedua, terkait pengajuan dari Bumdes yang ingin bermitra dengan PT PBL (baik itu DO TBS, jasa angkutan CPO, jasa angkutan cangkang, jasa angkutan kernil) namun ditolak oleh managemen perusahaan.

Ketiga, masalah penerimaan tenaga kerja warga lokal yang tidak sesuai diperjanjian awal (dimana penyerah lahan menjadi prioritas, tidak kenal usia dan tidak kenal pendidikan).

"Kami selaku penyerah lahan atau pemilik tanah menyampaikan, jika tuntutan kami tidak diindahkan oleh managemen PT PBL. Maka kami akan mengambil tindakan, sementara buah sawit tidak boleh masuk di pabrik PT PBL dengan jangka waktu yang tidak ditentukan, selama permintaan kami belum diterima oleh managemen PT PBL," tegas Tokoh Masyarakat Engkadu Sinding.

Halaman
1234
Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved