Breaking News:

Pabrik Kelapa Sawit PT PBL di Desa Engkadu Terancam Dilarang Terima Tandan Buah Segar

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Tokoh Masyarakat Desa Engkadu Sinding kepada Komisi B DPRD Landak, saat melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala Desa Engkadu Andirius (kanan) dan Ketua Bumdes Engkadu Adi (kiri) saat menyampaikan permasalahan dengan PT BPL kepada DPRD Landak pada Selasa 9 Februari 2021 

"Saya pernah bawa TBS menggunakan koperasi yang saya miliki ke PT PBL, tetapi di tolak. Katanya harus menghadap Pak Akian, emangnya ini pabrik punya PT PBL atau punya Pak Akian," kata legislator Partai Hanura ini.

Maka dari itu Agus berharap, PT PBL bijak dalam hal ini, bisa memberdayakan koperasi-koperasi di Landak yang punya legalitas jelas untuk bermitra. Sehingga tidak hanya bermitra dengan satu atau dua koperasi saja.

Ungkapan yang sama juga disampaikan oleh anggota DPRD Landak lainnya yakni Muhidin, dimana dari informasi dan aduan masyarakat yang ia terima, aktifitas di PT PBL sudah ada yang monopoli.

"Faktanya yang saya dapat dari informasi, ini sudah dimonopoli. Harusnya tidak ada salah jika Bumdes diberdayakan, sehingga masyarakat merasakan dampak dari segi ekonomi dengan kehadiran perusahaan," bebernya.

"Perlu saya tegaskan, perusahaan banyak yang bangkrut bukan karena masalah finansial, tapi karena masalah sosial, jadi perlu diperhatikan ini," tegas Muhidin.

Wakil Ketua DPRD Landak Oktapius pada kesempatan itu menyarankan agar pihak perusahaan juga jangan main tolak dengan usulan yang dimasukkan oleh Bumdes. Tetapi beri pemahaman jika memang persyaratan kurang lengkap. 

"Ingat, perusahaan itu berdiri dimana, jadi kasi ruang gerak. Agar investasi berjalan baik, adem, maka harus bersinergi dengan masyarakat setempat. Tanggapi dulu jangan main tolak, tapi sesuai dengan peraturan perundang-undangan," pesannya.

Ketua Komisi B DPRD Landak Evi Yuvenalis menambahkan, terkait Bumdes itu statusnya sudah jelas sesuai dengan Perda nomor 5 tahun 2017. "Bumdes ini penting, perusahaan harusnya bisa bekerjasama," harapnya.

Kemudian Evi Yuvenalis juga menegaskan, akan ada pertemuan lanjutan untuk membahas permasalahan ini.

"Jadi ini harus tuntas, dan akan ada pertemuan berikutnya," ungkap legislator PDI Perjuangan ini.

Halaman
1234
Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved