6 Bulan Pasca Diterjang Banjir, Warga Damba Perbaikan Jembatan Gantung Lintang Tambuk
Menurut Zakaria, jembatan gantung ini dibangun tahun 2002 yang lalu dan sudah tak laik karena sudah berusia 18 tahun.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Tokoh masyarakat Desa Lintang Tambuk, Zakaria berharap pemerintah membangun jembatan gantung lintang tambuk yang rusak parah akibat diterjang banjir, pada 11 Juli 2020 lalu.
Keberadaan jembatan ini kata Zakaria sangat penting karena menghubungkan transportasi warga ke pusat kecamatan Kayan Hulu.
“Jembatan ini juga akses menuju ke kampung di seberang sana yakni Temiang dan Tanjung Lalau. Kami berharap jembatan gantung ini bisa dibangun kembali," harap Zakaria.
Menurut Zakaria, jembatan gantung ini dibangun tahun 2002 yang lalu dan sudah tak laik karena sudah berusia 18 tahun.
• Jembatan Lintang Tambuk Kayan Hulu Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Sebrangi Sungai Gunakan Sampan
Banjir bandang yang melanda Tebidah, Kayan Hulu pada Juli 2020 lalu disebut yang paling parah.
Banjir merendam 19 desa, 59 unit rumah rusak.
Satu jembatan rusak berat dan satu uni steher hanyut.
Hingga kini, jembatan gantung tersebut belum diperbaiki oleh pemerintah.
Masyarakat sekitar terpaksa menyeberangi sungai menggunakan sampan.
"Belum ada diperbaiki jembatannya. Kalau warga yang mau nyeberang sungai, motornya disimpan di seberang sungai. Mereka ke kampungnya pakai perahu," kata Indra Wahyudin, Bhabinkamtibmas Polsek Kayan Hulu, Senin 8 Februari 2021.
Jembatan gantung lintang tambuk merupakan akses darat menuju desa-deaa yang berada di jalur sungai kayan, seperti Desa Tanah Merah, Merah Arai, Nanga Masau, Empakan dan Desa Lintang Tambuk.
"Sebenarnya kalau akses jalan dan jembatannya baik, jarak tempuhnya tidak jauh. Sekarang kondisi jalannya juga kembali parah, musim hujan," katanya. (*)