Jembatan Lintang Tambuk Kayan Hulu Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Sebrangi Sungai Gunakan Sampan
"Belum diperbaiki jembatannya. Sekarang masyarakat menyeberang menggunakan sampan," kata Camat Kayan Hulu, Yelmanus
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Jembatan gantung Lintang Tambuk, di Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang, urung diperbaiki oleh pemerintah.
Jembatan tersebut rusak parah akibat diterjang banjir pada 11 Juli 2020 lalu.
Akibatnya, akses darat masyarakat setempat terputus.
Warga terpaksa menyeberangi sungai menggunakan sampan.
• Ketua DPRD Sebut Sosok Andon Patut Jadi Teladan ASN di Sintang
"Belum diperbaiki jembatannya. Sekarang masyarakat menyeberang menggunakan sampan," kata Camat Kayan Hulu, Yelmanus kepada Tribun Pontianak, Senin 8 Februari 2021.
Banjir bandang yang melanda Tebidah, Kayan Hulu pada Juli 2020 lalu disebut yang paling parah.
Banjir merendam 19 desa, 59 unit rumah rusak, Satu jembatan rusak berat dan satu uni steher hanyut.
"Sekarang kondisi warga sangat sulit karena jembatan gantung itu satu-satunya akses penghubung desa dengan kecamatan lewat darat," ungkap Yelmanus.
Masyarakat, kata Yelmanus sangat berharap jembatan ini segera diperbaiki oleh pemerintah.
"Akibatnya proses angkutan orang dan barang tidak lancar. Ditambah lagi kondisi jalan tanah dari ibu kota kecamatan ke desa yang belum memadai. Pemkab menjanjikan dalam tahun 2021 ini (diperbaiki) tapi kita belum tahu kepastiannya," ungkapnya. (*)