Breaking News

Ikuti Kebijakan Pemerintah Saudi, Travel Tutup Pelayanan Jamaah Umrah

Semenjak kebijakan itu, diberlakukan, pihaknya pun juga melakukan penutupan pelayanan bagi jemaah hingga waktu yang masih belum bisa ditentukan.

Tayang:
Penulis: Faisal Ilham Muzaqi | Editor: Hamdan Darsani
NET
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Cabang Pontianak Travel PT. Alfa Kaza Mustika (Alfa Tours) menyampaikan, bahwa pihaknya Iwan Ramawan mengikuti kebijakan pemerintah Arab Saudi terkait ditutupnya pintu masuk umrah bagi jamaah dari Indonesia.

Semenjak kebijakan itu, diberlakukan, pihaknya pun juga melakukan penutupan pelayanan bagi jemaah hingga waktu yang masih belum bisa ditentukan.

Meski tidak ada jamaah yang batal diberangkatkan pada bulan ini , ia berharap wabah ini segera berlalu dan pelayanan bisa dilakukan seperti biasa.

Kemenag Kalbar Akui Pihak Travel Umroh Belum Buka Pendaftaran Perjalanan Umroh Sejak Februari 2020

Semenjak kebijakan itu diberlakukan maka pihaknya juga mengikuti yaitu menutup sementara travel.

"Untuk jamaah yang batal diberangkatkan tidak ada. Alhamdulillah dari travel kita tidak ada. Berharap agar pandemi covid-19 ini cepat berakhir. Sejauh ini kita memberiksn penjelasan dan semangat kepada jemaah. Jika ingin umrah yang sudah mampu ya jangan ditunda," ujarnya.

hingga, kini dikatakan dia jamaah yang sudah diberangkatkan dari travelnya pada 26 Januari 2021 kemarin, sebanyak baru enam orang. Karena pandemi ini dibatasi.

"Dalam satu grub maksimal 24 orang saja  dan sistemnya gabungan dan ditunjuk satu travel umrah untuk mengkoordinir," ungkapnya. 

Tidak hanya itu, Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Arafah sekaligus Direktur Utama PT Muzdalifah Pontianak Kalbar, Ahmad Kholil juga menyampaikan, bahwa hingga saat ini pihaknya masih belum bisa menentukan jumlah jamaah yang batal yang rencana diberangkatkan pada pertengahan Februari 2021 ini.

"Masih belum bisa ditentukan (jamaah yang batal berangkat) karena kondisi belum normal. Kita tetap ikut aturan Pemerintah Saudi apapun kebjkannya. Kita hanya bisa menunggu aturan yang akan datang dari Pemerintah Saudi," ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved