Breaking News:

Jelang Imlek dan Cap Go Meh Bupati Sintang Keluarkan Surat Edaran, Berikut Kewajiban dan Larangannya

Surat edaran dikeluarkan juga dengan memperhatikan masih tingginya kasus positif Covid-19 di wilayah Kabupaten Sintang.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Bupati Sintang Jarot Winarno 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Bupati Sintang, Jarot Winarno mengeluarkan Surat Edaran tentang pelaksanaan kegiatan masyarakat selama Hari Raya Imlek dan Cap Go Meh Tahun 2021/2572 dalam masa pandemi covid-19 di Kabupaten Sintang.

Surat edaran tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2020 tentang peningkatan penegakan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian covid-19.

Selain itu, ada juga Surat Edaran Gubernur Kalimantan Barat, tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat dan Pelarangan Sementara Perayaan Cap Go Meh untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Kalimantan Barat serta Peraturan Daerah Kabupaten Sintang Nomor 13 Tahun 2017 tentang Ketertiban Umum.

Surat edaran dikeluarkan juga dengan memperhatikan masih tingginya kasus positif Covid-19 di wilayah Kabupaten Sintang.

Tak Ada Perayaan Saat Imlek dan Cap Go Meh, Bupati Jarot Akan Berikan Kado Pada Masyarakat Tionghoa

Serta tingginya potensi kerumunan masyarakat selama menyambut/merayakan Imlek dan Cap Go Meh Tahun 2021.

"Saya menghimbau bagi pengelola tempat ibadah dalam melaksanakan kegiatan Imlek dan Cap Go Meh untuk memperhatikan beberapa hal seperti melakukan sosialisasi, edukasi, dan penggunaan berbagai media informasi untuk memberikan pengertian dan pemahaman mengenai pencegahan dan pengendalian Covid-19,” kata Bupati Sintang, Jarot Winarno.

Selain itu, surat edaran itu juga memuat aturan pengelola tempat ibadah memastikan para peserta ibadah untuk menggunakan alat pelindung diri berupa masker pada saat beribadah.

Menyediakan sarana cuci tangan yang mudah diakses dan memenuhi standar atau menyediakan cairan pembersih tangan (hand sanitizer).

Mengatur jarak meja dan tempat duduk serta antrean paling sedikit satu meter serta Pembersihan dan disinfeksi lingkungan juga area tempat ibadah secara berkala.

Jarot juga mengingatkan setiap orang, organisasi sosial kemasyarakatan, pelaku usaha, pengelola atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum yang melaksanakan aktivitas dalam menyambut Hari Raya Imlek dan Cap Go Meh untuk wajib melaksanakan protokol kesehatan.

Dalam Surat Edaran tersebut ada 4 hal yang dilarang oleh Bupati Sintang, antara lain: pertama, pawai, konvoi, arak-arakan dan sejenisnya seperti pawai naga, atraksi barongsai, tatung dan sebagainya.

Kedua, memasang atribut pada pohon pelindung yang ada di jalur hijau maupun taman yang bukan diperuntukan untuk itu.

Masih Pandemi COVID 19, Pemkab Sintang Imbau Tak Ada Perayaan Saat Imlek dan Cap Go Meh

Ketiga, menggunakan petasan dan sejenisnya di tempat umum kecuali rumah ibadah dan rumah pribadi yang berkaitan dengan tradisi budaya/keagamaan dan Keempat menyediakan minuman keras.

“Pemerintah Kabupaten Sintang mengucapkan Selamat Hari Raya Imlek dan Cap Go Meh Tahun 2021/2572 kepada seluruh warga masyarakat yang merayakannya. Marilah kita laksanakan Perayaan Imlek dan Cap Go Meh dengan kesederhanaan tetapi dengan khidmat dan limpahan sukacita serta menerapkan protokol kesehatan, sambil terus berdoa bagi seluruh warga bangsa Indonesia agar terbebas dari pandemi Covid19," kata Jarot.(*)

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved