TRIPONCAST Bersama Pontianak Archery Club, Jadikan Memanah Sarana Rekresasi, Edukasi dan Prestasi
Club memanah ini menjadi salah satu wadah bagi peminat olahraga panahan di Kota Pontianak dan Kalbar. Saat hadir di Triponcast (Tribun Pontianak Offic
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pontianak Archery Club merupakan club panahan yang menjadikan panahan sebagai sarana rekreasi, edukasi dan prestasi. Sekitar awal tahun 2016, Hamdani, SE menggagas terbentuknya Pontianak Archery Club (PAC).
Club memanah ini menjadi salah satu wadah bagi peminat olahraga panahan di Kota Pontianak dan Kalbar. Saat hadir di Triponcast (Tribun Pontianak Official Podcast) Kamis, 4 Februari 2021 Hamdani SE telah menjadi couch atau Ketua PAC yang dibawahi oleh PERPANI.
Tema yang diangkat dalam program Bebincang Olahraga ialah Membidik Panahan Sebagai Gaya Hidup.
“Saya mencoba panahan di salah satu pusat perbelanjaan di negeri jiran. Ini pertama kali saya berkenalan dengan panahan. Bergegar saat pertama pegang busur. Inilah awal saya jatuh cinta dengan olahraga panahan. Selanjutnya “ngenyan” sampai sekarang,” ucap Hamdani dalam bincang tersebut.
• TRIPONCAST Lewat Foto Newborn, Tangkap Moment Berharga Anak
Menurutnya, peminat olahraga panahan di Pontianak sebenarnya terbilang ramai. Apalagi ketika film '3 Srikandi' tayang di televisi. Semangat dan rasa ingin tahu anak muda semakin menggebu-gebu. Serta banyak yang antusias ingin mencoba belajar memanah.
Setelah kepincut olahraga panahan di negeri jiran, akhirnya Hamdani bertekad untuk membuka PAC di Kota Pontianak. Selain menjadi tempat belajar memanah sekaligus menjadi alternatif sarana rekreasi yang seru dan menarik.
"Mulanya cuma ngajak rekan-rekan terdekat saja dulu, lalu saya coba beli busur panah dan lengkapi aksesoris lainnya. Teman-teman yang lain mulai ikut dan latihan bersama. Dan setahun setelahnya kita secara resmi membentuk organisasi yang dinaungi oleh PERPANI," jelasnya.
Tidak hanya itu, membeli busur panah juga seadanya karena belum terlalu mengenal tentang busur panah, hingga akhirnya ia pun mulai belajar dan mengikuti pelatihan bagi para pelatih agar semakin bertambah wawasan.
"Harga dari busur panah itu relatif. Ada yang cukup mahal juga. Tergantung jenis busur panahnya. Bagi yang bergabung silahkan datang saja. Dengan adanya club panahan siapa saja bisa mencoba dan belajar memanah. Semua perlengkapan sudah disiapkan oleh club," tuturnya.
Diakuinya, program utama mereka ialah pengenalan kepada masyarakat dari segala rentan usia. Mereka juga sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi yang baik dari jenis dan manfaat memanah.
"Selain edukasi, sasaran kita adalah rekreasi. Memanah bukanlah suatu beban yang monoton apalagi olahraga berat. Kita ketahui olahraga ini bisa menjadi ajang rekreasi dan edukasi, maka ada namanya kegiatan di setiap Sabtu dan Minggu untuk dibuka secara umum dalam hal rekreasi,"ujarnya.
Kalau rekreasi lebih dekat dengan keluarga, sahabat ataupun teman karena ada kegiatan khusus seperti memanah teman sambil bermain. Namun anak panah yang digunakan tidaklah sungguhan melainkan anak panah tumpul yang sudah didesain untuk model rekreasi.
Tidak hanya itu, berbagai instansi pemerintah dan juga swasta ikut berkolaborasi dalam olahraga memanah. Antusias ini cukup banyak diminati karena merupakan bentuk gaya hidup yang yang keren dan juga bermanfaat.
"Alhamdulillah, sejak itu sudah banyak yang mencoba menarik busur di PAC. Bahkan, hingga sekarang lebih dari 30 orang bergabung mengikuti program kelas. Latihan dengan program khusus dan berjenjang. Ada yang sekadar mengikuti trial serta mencoba merelease dengan beberapa anak panah. Olahraga panahan adalah olahraga tertua di jagad raya dan takkan pernah pudar ditelan zaman,” serunya.
Lanjutnya, memanah menjadi ajang olahraga yang simple karena terbentuk dengan hobi yang disukai. Tidak melulu bicara fisik, namun juga bisa membentuk karakter dari setiap orang.