Nasdem Sebut Ardiansyah Asal Merapi Pengganti Subandrio Sebagai PAW di DPRD Sekadau

Meski berasal dari dapil yang berbeda dengan Subandrio, M. Ardiansyah dipastikan telah memenuhi persyaratan formil dalam mengisi kursi wakil rakyat it

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua DPD Partai NasDem kabupaten Sekadau, Teguh Arif Hardianto. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Subandrio mundur dari jabatan sebagai anggota DPRD Kabupaten Sekadau, DPC Partai Nasdem sebutkan nama calon pengganti, Senin 1 Februari 2021.

Diketahui sebelum Subandrio mengundurkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Sekadau periode lantaran mengikuti Pilkada Sekadau tahun 2020 sebagai calon wakil bupati berpasangan dengan Aron sebagai calon bupati Sekadau. Pergantian Antar Waktu (PAW) pun dipastikan akan berlangsung.

Ketua DPD Partai NasDem kabupaten Sekadau, Teguh Arif Hardianto sebut M. Ardiansyah sebagai calon pengganti.

Meski berasal dari dapil yang berbeda dengan Subandrio, M. Ardiansyah dipastikan telah memenuhi persyaratan formil dalam mengisi kursi wakil rakyat itu.

Kronologi Laka Lantas Mobil Dinas Pemkab Sekadau di Pontianak, Sopir Dipukuli 9 Pemuda

M. Ardiansyah sendiri diketahui berasal dari dapil 2 dan akan menggantikan Subandrio yang berasal dari dapil 3.

Teguh mengatakan pada dasarnya Partai Nasdem tidak akan mengambil dari dapil lain jika di dapil 3 ada yang bersedia untuk mengisi kekosongan tersebut, dan pernyataan tidak bersedia dari dapil 3 dapat dibuktikan dengan surat pengunduran diri di atas materai.

"Adapun calon yang diajukan sudah sesuai mekanisme, dimana sejumlah nama yang dicalonkan tidak siap maka mencari calon yang siap dan punya potensi untuk partai," ujar Teguh.

Dirinya memastikan tidak ada persoalan dalam pergantian tersebut, mengingat Partai Nasdem berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Implementasi Program Keserasian Sosial, Dinsos Sekadau Resmikan Balai Pertemuan Kumpang Bis

Teguh menambahkan sejatinya penentuan calon PAW dilakukan oleh KPU, dengan penjelasan jika calon sudah ditentukan namun tidak siap, maka akan turun calon lain yang memiliki perolehan suara dibawahnya.

Jika sampai habis calon dari dapil tersebut tidak ada yang bersedia maka harus ngambil dari dapil lain, dan tidak boleh mengambil dari yang sebelumnya tidak mencalonkan diri pada pemilihan legislatif.

"Di PKPU ada diundangkan, misalkan dapil ini tidak ada yang bersedia, tapi di dapil terdekat kita melihat kepada konsen suara terbanyak. Kebetulan Pak M. Ardiansyah mendapatkan suara terbanyak setelah pak Ayub, artinya tidak ada yang di langgar. Kami juga tidak mau melanggar aturan karena konsekuensinya jelas," tandasnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved