Breaking News:

Cabuli Pelajar SD Berusia 10 Tahun, Seorang Pria Berusia 48 Tahun Ditangkap Polisi

Kita berharap aparat penegak hukum juga bisa menjerat pelaku dengan PP Kebiri Kimia, sehingga bisa menjadi warning bagi calon-calon predator anak

Editor: Jamadin
Net
Ilustrasi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU  - Seorang pria inisial R (48) di Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, Kalbar, ditangkap polisi Jajaran Polsek Beduai, Jumat 29 Januari 2021.

Pria itu ditangkap diduga mencabuli seorang pelajar SD yang masih berusia 10 tahun atau bawah umur.

"Sekitar pukul 13.00 Wib pelaku berinisial R sudan kita tangkap dan kita amankan di Polsek Beduai,"kata Kapolres Sanggau, AKBP Raymond M Masengi melalui Kapolsek Beduai, AKP Eeng Suwanda.

Kapolsek menyampaikan bahwa pada Jumat 29 Jumat 2021 sekira pukul 08.30 WIB menerima laporan dari warga di Kecamatan Beduai, bahwa anak perempuannya yang berumur 10 tahun (Anak SD kelas 3) telah dicabuli oleh tetangganya berinisial R (48).

"Menurut keterangan pelapor (Orang tua korban) berdasarkan keterangan anak korban perbuatan tersebut dilakukan di rumah terduga pelaku dua kali yaitu sekitar pertengahan Januari dan Desember 2020. Lalu kejadian lainnya dilakukan di danau,"jelasnya.

Polres Kubu Raya Pres Release Kasus Curanmor dan Cabul

Terduga Pelaku, lanjut Kapolsek, kooperatif dan mengakui perbuatannya yaitu mencabuli korban sebanyak tiga kali sebagaimana keterangan korban. "Sebelum melakukan perbuatan pencabulan, menurut keterangan tersangka dan korban, tersangka mempertontonkan video porno yang didapat dari situs online,"tegasnya.

Pasal yang dikenakan lanjut Kapolsek, adalah pasal 76 e UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan Anak Jo pasal 82 ayat 1 UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomot 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Ketua Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kabupaten Sanggau, Abdul Rahim berang dengan adanya kasus pencabulan anak dibawah umur yang terjadi di Kecamatan Beduai ini.

"Kita berharap aparat penegak hukum juga bisa menjerat pelaku dengan PP Kebiri Kimia, sehingga bisa menjadi warning bagi calon-calon predator anak," katanya.

VIDEO: Terkait Kasus Cabul Anak Bawah Umur, Ini Penjelasan Kasat Reskrim Polres Sambas

Selain itu, Rahim juga menjelaskan bahwa pemulihan trauma terhadap korban juga sangat penting untuk dilakukan.

“Korban ini harus dipulihkan psikologisnya, diberikan pelayanan yang sama seperti anak-anak yang lain. Misalnya sekolahnya harus dijamin, lingkungan juga begitu, tidak boleh mengucilkan dia,"tegasnya.

Proses pemulihan trauma, Lanjutnya, membutuhkan waktu yang tidak sebentar terhadap korban. Sampai korban Benar-benar bisa menerima dan berdamai dengan kejadian yang dialaminya.

"Maksudnya bagaimana korban bisa memulai hidup tanpa ada trauma lagi. Jadi menerima dan berdamai di sini bukan dalam konteks proses hukum yang sedang berjalan,"ujarnya.

Untuk itulah, Rahim menegaskan bahwa penanganan psikologis korban harus tepat, sesuai kebutuhan dan kondisi korban. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved