Dinilai Kurang Testing dan Tracing Covid-19, Dinkes Kalbar Langsung Swab Penumpang Asal Kayong Utara

Satu persatu, penumpang yang baru saja turun dari Loongboad langsung di arahkan oleh personel Dinas Kesehatan yang di backup dengan Sarpol PP, serta a

Penulis: Ferryanto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/FERRYANTO
Penumpang Transportasi Air dari kabupaten Kayong Utara yang langsung di swab saat tiba di Pelabuhan Kapuas Indah Pontianak, Sabtu 23 Januari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat menggelar Swab mendadak kepada seluruh penumpang longboad/transportasi air yang datang dari wilayah Kabupaten Kayong Utara di Pelabuhan Kapuas Indah Pontianak, Sabtu 23 Januari 2021.

Satu persatu, penumpang yang baru saja turun dari Loongboad langsung di arahkan oleh personel Dinas Kesehatan yang di backup dengan Sarpol PP, serta anggota TNI , Polri untuk ke meja pendataan dan pengambilan sampel Swab.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Harisson menyampaikan, pengambilan sampel Swab terhadap penumpang transportasi air dari wilayah Kabupaten Kayong Utara merupakan bentuk bantuan Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar dalam penanganan Covid-19, karena dinilainya kabupaten Kayong Utara sangat lambat dalam melakukan Testing dan Tracing.

Baca juga: Tak Gencar Lakukan Testing dan Tracing, Penumpang Kapal dari Kayong Utara Akan di Swab Acak

"Kabupaten Kayong Utara menjadi sasaran, karena kabupaten ini Satgas Penanganan Covid-19 nya itu Sedikit sekali melakukan tracing dan testing, jadi mereka ini agak malas - malasan melakukan tracing dan testing,"katanya.

Pengambilan sampel Swab terhadap para penumpang itu sendiri di jelaskannya sudah sesuai dengan surat edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nasional.

"Sesuai dengan surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, Nomor 1 tahun 2021, bagi pelaku perjalanan dalam negeri itu harus swab Rapid Test Anti Gen, dan longboad atau kapal motor inikan tidak melakukan Swab PCR, untuk itu, begitu mereka datang langsung kami lakukan Swab PCR,"ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar Harisson, saat pimpin langsung Swab bagi penumpang Transportasi air dari kabupaten Kayong Utara, Sabtu 23 Januari 2021.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar Harisson, saat pimpin langsung Swab bagi penumpang Transportasi air dari kabupaten Kayong Utara, Sabtu 23 Januari 2021. (TRIBUNPONTIANAK/FERRYANTO)

Hingga pekan ke dua Januari 2021, Horison mengungkapkan Kabupaten Kayong Utara baru mengirim 22 sampel ke Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, dimana sesuai standar setiap daerah harus mengambil sampel 1 banding 1000 penduduk perminggu, sehingga normalnya dalam sepekan Kabupaten Kayong Utara harus mengirimkan 127 sampel.

Baca juga: Gubernur Sutarmidji Sebut Mempawah dan Kayong Utara Masih Kurang Melakukan Tracing dan Testing

"mereka tidak bisa memetakan, ada berapa banyak Kasus Konfirmasi Covid 19 di kabupaten itu, mereka tidak tau sebaran penyakit ini dimana saja, mereka tidak tau. Kalau mereka tidak tau, bagaimana mereka mau menangani penyebaran Covid 19 ini, untuk itu kami bantu,"paparnya.

Satgas Penanggulangan Covid 19 Provinsi Kalbar, pada 2020 dikatakan Harisson juga pernah ke Kabupaten Kayong Utara untuk melaksanakan Rapid test sebagai bentuk tracing dan testing.

Kemudian, Gubenur Kalbar Sutarmidji sudah kerab bertemu dan memerintahkan kepada seluruh kepala dinas Kabupaten Kota se Kalimantan Barat untuk melakukan tracing, testing dan Treatment, dan terdapat sangksi bagi Satgas Penanggulangan Covid 19 kabupaten Kota yang tidak serius melakukan Trecing, testing dan Treatment dengan baik, yakni pembagian dana bagi hasil akan di tunda.

Sementara itu, terkait pelaksanaan Swab terhadap penumpang transportasi air dari kabupaten Kayong Utra ini akan di lakukan secara terus menerus hingga Pihak Kabupaten Kayong Utara optimal melakukan Tracing, Testing dan Treatment Covid 19 di Daerahnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved