Breaking News:

Problem Solving PJJ SMA Santo Paulus Nyarumkop-Singkawang

Kegiatan selama tiga hari ini mengkaji dan meminimalisir permasalahan yang ditemukan dalam Pembelajaran Jarak Jauh Semeter Ganjil Tahun Pelajaran 2020

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
SMA Santo Paulus Nyarumkop kembali mengadakan workshoop evaluasi-problem solving pembelajaran semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021 sebagai tolak ukur di PJJ Semester Genap Tahun Pelajaran 2020/2021. 

Citizen Reporter

Oyent Andreas

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Persekolahan Katolik Nyarumkop dengan notabene Sekolah dan Perasramaan menjadi icon yang tak terpisahkan, karena peserta didik yang mengenyam pendidikan 95 persen berasal dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Barat.

Mencermati perkembangan dan penyebaran kasus terkonfirmasi Covid 19 berimbas dalam dunia pendidikan. Menyikapi hal ini, SMA Santo Paulus Nyarumkop kembali mengadakan workshoop evaluasi-problem solving pembelajaran semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021 sebagai tolak ukur di PJJ Semester Genap Tahun Pelajaran 2020/2021.

Workshop selama tiga hari, 20-23 Januari 2021 dengan tajuk "Integrasi Kompetensi Dasar Lintas Mata Pelajaran." Dengan narasumber Drs.Titus Pramana, M.Pd. selaku Pengawas SMA Dinas Pendidikan Propinsi Kalimantan Barat.

Baca juga: Olahraga Rutin Cara Kodim 1202/Singkawang Tangkal Virus Covid-19

Kegiatan selama tiga hari ini mengkaji dan meminimalisir permasalahan yang ditemukan dalam Pembelajaran Jarak Jauh Semeter Ganjil Tahun Pelajaran 2020/2021 sebagai tolak ukur PJJ semester genap .

Dengan workshop ini, Titus Pramana mengajak para pendidik SMA Santo Paulus Nyarumkop-Kota Singkawang memiliki kemampuan berinovasi dalam mempraktikkan dan meningkatkan model pembelajaran berbasis STEAM dan PCK.

Dengan menerapkan dan mengontruksi konteks Sains Teknolgy, Enginering, Art, Mathematics (STEAM) dan Pedagogical, Content, Knowledge (PCK) pendidik juga mampu berelasi antar disiplin ilmu/mata pelajaran sehingga tercipta model pembelajaran yang menyenangkan, ujar Titus Pramana.

Dengan pelatihan tersebut, peserta didik diharapkan memiliki kemampuan menerapkan dan membangun koneksi antar mata pelajaran sehingga semakin termotivasi dalam proses belajar selama PJJ. (*)

Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved