Breaking News:

Pimpinan Pengurus Pontren Sengkubang KH Tusirana Rasyid Gelar Shalat Ghaib dan Doa Bersama

KH Tusirana Rasyid mengatakan, dalam kaidah Islam sholat ghaib adalah untuk menyolatkan jenazah yang meninggal di tempat yang jauh.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Pimpinan Pontren Darussalam Sengkubang, KH Tusirana Rasyid, saat memberikan kata sambutan kepada seluruh jamaah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Lintas elemen di Mempawah baur-membaur menggelar Shalat ghaib dan doa bersama untuk korban Sriwijaya Air, yang tak lain adalah dua warga Mempawah.

Dua warga Mempawah tersebut adalah keluarga besar dari Pondok Pesantren Darussalam Sengkubang yaitu Agus Minarni dan suaminya Muhammad Nurkholifatul Amin

Diketahui Agus Minarni merupakan adik kandung dari Ketua Yayasan Pontren Darussalam Sengkubang, yaitu Ustad Yusdiansyah.

Tampak hadir pada kesempatan itu Wakil Bupati Kabupaten Mempawah, Muhammad Pagi, dan Sekda Kabupaten Mempawah, Islmail.

Baca juga: Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad Orang Pertama Terima Vaksinasi COVID-19 di Kalbar

Acara tersebut juga dihadiri oleh pihak keluarga yang berdatangan dari Pontianak, Singkawang dan Sambas.

Pengajar/Guru dan Alumni Pontren Darussalam juga Alumni SMA 1 Mempawah.

Sebelum Sholat Ghaib dimulai, kegiatan diawali dengan melaksanakan sholat Ashar berjamaah, yang dipimpin oleh Imam Masjid Jami’ Aminuddin, Haji Hasan.

Setelah itu, dilanjutkan dengan sambutan oleh Pimpinan Pontren Darussalam Sengkubang, yang juga Ketua MUI Kabupaten Mempawah, sekaligus Paman dari Agus Minarni, KH Tusirana Rasyid.

Dalam sambutannya beliau mengutip sebuah ayat, yaitu QS At-Taghabun ayat 11.

"Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah, dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu," ujarnya saat mengutip ayat At-Taghabun ayat 11.

Kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan sholat Ghoib.

KH Tusirana Rasyid mengatakan, dalam kaidah Islam sholat ghaib adalah untuk menyolatkan jenazah yang meninggal di tempat yang jauh.

"Untuk mendoakan seluruh jenazah korban, wabilkhusus untuk almarhum Muhammad Nurkholifatul Amin, dan Isterinya Agus Minarni," pungkasnya. (*)

Penulis: Ramadhan
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved