Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Sampai Saat Ini Tim Gabungan Telah Temukan 139 Kantong Bodypart

Tim Sar Gabungan sampai dengan semalam sudah berhasil mendapatkan 139 kantong bodypart yang selanjutkan kami serahkan kepada pihak DVI dilaksanakan pr

Penulis: Zulfikri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/JOVI LASTA
Konferensi pers di posko Crisis Center Gedung Serba Guna Chandra Dista Wiradi Bandara Internasional Supadio, Rabu 13 Januari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Update perkembangan terbaru dari Crisis Center Sriwijaya Air Sj 182 Bandara Internasional Supadio.

Adapun press release hari ini yakni Ketua Tim DVI, AKBP Joseph Ginting menyampaikan bahwa hari ini belum ada penambahan Sampel DNA yang dikirim ke Jakarta begitu juga data ante mortem masih tetap seperti datang yang kemarin sampel yang terkirim 21 Sampel jadi untuk perkembangan yang sudah terindentifikasi nanti dari pusat akan dirilis secara resmi.

Selain itu, kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak Yopi Haryadi menjelaskan perkembangan terakhir perkembangan dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak.

"Tim Sar Gabungan sampai dengan semalam sudah berhasil mendapatkan 139 kantong bodypart yang selanjutkan kami serahkan kepada pihak DVI dilaksanakan proses identifikasi dan juga untuk pelaksanan operasi SAR hari ini kita fokuskan kepada penyeraman karena mayoritas bodypart yang kami dapatkan itu hasil dari penyelaman," tutur Yopi Haryadi.

Selain itu, sudah dilaksanakan penyelaman pada hari ini terdapat 104 penyelam yang akan mencari korban. Diharapkan, mendapat lebih banyak lagi bodypart korban untuk lebih memudahkan dan mempercepat proses identifikasi korban. Dari total 62, sudah didapat sebanyak 139 bodypart tentu tetap akan terus sebanyak mungkin menemukan korban.

Baca juga: Penumpang Sriwijaya Air SJ182 Asy Habul Yamin Teridentifikasi, Keluarga Menerima dengan Ikhlas

Kemudian, Kepala PT. Jasa Raharja Cabang Kalimantan Barat, Regy S Wijaya menjelaskan dengan adanya berita kemarin penambahan penemuan bodypart menambah menjadi 4 ahli waris yang sudah diserahkan santunan. Korban A/n Oky Bisma sudah diproses di jakarta, khasanah di Pontianak, fadly Satrianto di jawa timur, Asy Habul Yamin DKI. Total sudah diserahkan santunan yakni 200 juta masing-masing 50 juta.

"Nanti ahli waris korban dari NTT masih diteliti oleh pihak berwenang untuk mengetahui siapa yang berangkat karena masih belum diketahui siapa yang berangkat. Jika sudah diketahui maka kita akan mencari siapa ahli warisnya," tambahnya.

Distrik Manager Sriwijaya Air Faisal Rahman hari ini juga memaparkan bahwa sesuai KTP Korban total 41 keluarga yang sudah melapor kepada pihaknya, jadi total 20 yang dari kalbar, rinciannya dari kota Pontianak 12, 1 dari sambas, mempawah 2, ngabang 1, ketapang 2, dan sintang 2.

"Data yang sudah melapor kepada kami, 41 dari 20 korban berasal di kalimantan barat. Dari 20 korban ini yang sudah diidentifikasi baru 1 atas nama Khasanah berdasarkan KTP. Keluarga dari korban A/n Khasanah Terbang ke jakarta hari ini menggunakan 187," tutur Faisal.

Hari ini, pihak sriwijaya memberangkatkan keluarga korban berjumlah 28 anggota keluarga yang mewakili 17 korban. Nanti SJ 187 akan memberangkatkan 7 anggota keluarga mewakili 2 korban. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved