Sriwijaya Air Jatuh

Penumpang Sriwijaya Air, Mulyadi Sejak Kuliah Nyambi Narik Becak Hingga Jadi Tokoh Politik Nasional

Mulyadi sewaktu menamatkan pendidikan S1 di Universitas Kapuas (Unka) Sintang sembari menjadi penarik becak

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Mulyadi P Tamsir, tokoh politik nasional sekaligus Eks Ketua Umum PB HMI, menyalami Presiden Joko Widodo. Mulyadi, berada dalam daftar penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 1982, bersama dengan istri dan ibu mertuanya. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Mulyadi P Tamsir, tokoh politik nasional sekaligus Eks Ketua Umum PB HMI, berada dalam daftar penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 1982, bersama dengan istri dan ibu mertuanya.

Mulyadi merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Ponijan dan Katimah.

Dia dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga sederhana berlatarbelakang petani.

Cak Mul sapaan akrabnya merupakan keluarga transmigrasi di Desa Semujau Mekar, Kecamatan Ketungau Hilir,Kabupaten Sintang.

Orangtua Mul berasal dari Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Baca juga: Yeti Istri Eks Ketum HMI Mulyadi Sedang Mengandung Saat ke Pontianak Menggunakan Sriwijaya Air SJ182

Nama Mulyadi P Tamsir mulai dikenal luas masyarakat ketika menjadi Sekjen PB HMI, kemudian mendapatkan amanah menjadi Ketua Umum PB HMI.

Di kancah politik nasional, Mulyadi pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI, dia maju berama Partai Hanura untuk Dapil Jatim 1.

Riwayat pendidikan, Mulyadi sering pindah sekolah, karena keterbatasan ekonomi.

Saat kuliah di Universitas Kapuas Sintang, Mul bahkan nyambi jadi penarik becak.

Berikut kisah Mulyadi P Tamsir, yang ditulis oleh Adiknya, Slamet Bowo Santoso di laman Kompasiana,

Di dunia Politik Nasional, belum banyak yang mengenal sosok yang satu ini.

Nama lengkapnya Mulyadi P Tamsir, kelahiran 38 tahun silam persis hari ini ketika artikel ini saya ketik.

Dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga sederhana berlatar belakang petani, Mulyadi lahir dari ibu bernama Katimah dan Ayah Ponijan.

Keluarga Mulyadi kecil merupakan keluarga transmigrasi, persisnya di Desa Semajau Mekar, Kecamatan Ketungau Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat kedua orangtuanya berasal dari Kabupaten Jember Jawa Timur, 34 tahun sudah keluarga ini memilih berdomisili di Kabupaten Sintang.

Baca juga: Sriwijaya Air Jatuh, Ayah Mulyadi Harap Ada Mukjizat untuk Keselamatan Anak, Menantu dan Besannya

Mulyadi kecil bersama satu orang kakak dan adik ditempa dengan pendidikan yang keras, Pendidikan formal menjadi pegangan utama keluarganya ketika membesarkan anak-anaknya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved