Sriwijaya Air Jatuh

Adik Ketua Yayasan Ponpes Darusallam Penumpang Sriwijaya SJ 182, Sempat Berencana Pulang 5 Januari

Yusdiansyah ikut menjelaskan, sebenarnya adiknya pulang ke Mempawah atau penerbangan Ke Pontianak terjadwal tanggal 5 Januari 2021

Penulis: Ramadhan | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/RAMADHAN
Situasi depan Pondok Pesantren Darussalam Sengkubang, Minggu 10 Januari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Pesawat Sriwijaya Air SJY-182/SJ-182 dengan registrasi PKCLC Jakarta-Pontianak jatuh di Timur Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Sabtu 9 Januari 2021 sekitar pukul 14.40 WIB.

Dikabarkan, dua penumpang pesawat itu merupakan warga Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah.

Data pax manifest pesawat Sriwijaya Air SJY-182/SJ-182 yang diterima Tribun, dari grup whats app, Muhammad Nur Kholif tercatat dengan nomor 51 dan Agus Minarni nomor 52.

Dari informasi yang di himpun Tribun Pontianak di Mempawah,  bahwa Muhammad Nur Kholif dan Agus Minarni bermukim di Komplek Pondok Pesantren Darussalam, Desa Sengkubang.

Baca juga: Wali Kota Edi Kamtono Akan Berikan Santunan Pada Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ 182

"Ya, Agus Minarni adik kandung saya, kebetulan kemaren dia bersama suaminya Muhammad Nur Kholif ke Ponorogo untuk takziyah, karena Ibu suaminya meninggal," ujar Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Darussalam Sengkubang, Ustad Yusdiansyah, saat dikonfirmasi, Minggu 10 Januari 2021.

"Sekitar 10 hari yang lalu lah mereka pergi ke Ponorogo," jelasnya lagi dengan suara sendu.

Pada saat dikonfirmasi, Ustad Yusdiansyah bersama keluarga yang lainnya sedang dalam perjalanan menuju kota Pontianak.

Untuk pengambilan test DNA pada  Posko Antemortem Tim DVI, di Bandara Supadio Pontianak.

Lanjut lagi, Yusdiansyah juga mengatakan tak ada firasat sedikit pun mengenai peristiwa nahas yang terjadi pada adiknya.

"Tidak ada firasat sama sekali, karena sebelum penerbangan, sekitar jam 11 siang Adik saya masih sempat mengubungi, mengatakan mau pulang, udah itu saja," katanya.

"Dia mau dijemput menggunakan Taksi," jelasnya lagi.

Yusdiansyah ikut menjelaskan, sebenarnya adiknya pulang ke Mempawah atau penerbangan Ke Pontianak terjadwal tanggal 5 Januari 2021, menggunakan Pesawat Naim Air.

"Namun karena diberlakukan banyak persyaratan seperti wajib PCR jalur udara, sehingga tidak terkejar, dan ganti jadwal dengan menggunakan pesawat lain," terangnya.

Lebih lanjut, Yusdiansyah turut menceritakan keseharian adiknya, yang tak lain adalah ASN, dan sebagai guru agama di SMAN 1 Mempawah.

"Sudah hampir 20 tahun lebih, adik saya menghabiskan masanya mengabdi menjadi seorang guru, sudah cukup lama memang," katanya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved