Kerap Picu Inflasi, Bank Indonesia Kembangkan Demplot dan Penangkaran Bawang Merah di Bengkayang

untuk menjaga keberlanjutan program budidaya bawang merah, petani mesti berkomitmen kurang lebih 50% hasil panennya akan ditangkar kembali

Editor: Nina Soraya
DOK/BI
Analis Bank Indonesia Kalbar Miftahul Huda (lima dari kiri) melakukan panen raya demplot bawang merah di Desa Bengkilu Kecamatan Tujuh Belas Kabupaten Bengkayang, Kamis 7 Januari 2021. Panen Raya Demplot Bawang Merah ini bagian dari keberhasilan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) tahun 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Bank Indonesia melakukan panen raya Demplot Bawang Merah di Desa Bengkilu Kecamatan Tujuh Belas Kabupaten Bengkayang, Kamis  7 Januari 2021.

Panen Raya Demplot Bawang Merah ini bagian dari keberhasilan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) tahun 2020.

Baca juga: Diskes Singkawang Masih Tunggu Kabar Terbaru Kedatangan Vaksin COVID 19

Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat memberikan bantuan program demplot dan penangkaran bawang merah kepada Gapoktan Bina Maju Bengkilu Bengkayang.

Ini sebagai upaya meningkatkan kuantitas dan kualitas bawang merah, sekaligus sebagai upaya pengendalian inflasi.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Mukok Sanggau, Pengendara Sepeda Motor Tewas Ditempat

Analis Bank Indonesia Kalbar, Miftahul Huda, yang turut hadir dalam kegiatan panen raya tersebut menjelaskan berdasarkan data Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar tahun 2019, produksi bawang merah Kalbar rata-rata hanya 100 ton per tahun.

Sementara kebutuhannya mencapai 15.000 ton per tahun (±1.250 ton/bulan).

Memang terdapat peningkatan produksi sampai dengan Juli 2020, yaitu sebesar 1.375 ton.

"Namun jumlah tersebut masih jauh dari nilai kebutuhan konsumsi Kalbar," ungkapnya.

BI Kalbar juga memprogramkan penangkaran bibit bawang merah untuk produksi jangka panjang.
BI Kalbar juga memprogramkan penangkaran bibit bawang merah untuk produksi jangka panjang. (DOK/BI)

Sebagian besar kebutuhan bawang merah dipasok dari Jawa yang mana rentan terhadap gangguan distribusi.

"Terutama menjelang triwulan IV, seperti yang terjadi pada November 2020 dimana Bawang Merah menjadi nomor 2 komoditi penyumbang inflasi Kalbar,” paparnya.

Maka dalam rangka menjaga inflasi Kalbar, serta meningkatkan kapasitas ekonomi dan ketahanan pangan, BI Kalbar menjadikan Demplot dan Penangkaran Bawang Merah sebagai satu di antara program PSBI 2020.

Baca juga: Upayakan Pemulihan Ekonomi dan Sosial, Bupati Muda Paparkan Strateginya

“Mempertimbangkan kebutuhan produksi jangka menengah-panjang, BI tidak hanya memprogramkan demplot, namun juga penangkarannya," jelasnya.

Penangkaran yang telah dirintis ini  menjadi sarana pendukung kemandirian petani bawang merah.

BI Kalbar, lanjutnya, memberikan PSBI Demplot dan Penangkaran Bawang Merah adalah sebagai pendorong bagi produktivitas bawang merah di Kalbar.

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 2 Halaman 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Tematik SD Subtema 1 Pengalamanku

BI Kalbar tidak hanya memberikan dana untuk pembelian benih/bibit bawang merah, sarana prasarana.

Namun juga memfasilitasi sosialisasi, pelatihan demplot maupun penangkaran, bekerjasama dengan BPTP Provinsi Kalbar.

"Sehingga soft skill atau kemampuan teknis kelompok tani pun dapat meningkat," urainya lebih lanjut.

Baca juga: BONGKAR❗ Kode Redeem Free Fire Terbaru 2021 Hari Ini - Kode Redeem FF Terbaru 2021 Resmi Garena

“Harapannya, masyarakat Kalbar dapat mengonsumsi hasil bawang merah lokal yang mampu bersaing di pasar, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari daerah lain," katanya.

Tapi, untuk menjaga keberlanjutan program budidaya bawang merah, petani mesti berkomitmen kurang lebih 50% hasil panennya akan ditangkar kembali untuk menjadi benih bibit di setiap masa tanam berikutnya,” sampainya. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved