Suharjo Lie: Kapal Rusia Pengangkut 14 Ribu Ton CPO Bersandar di Pelabuhan Internasional Kijing

Seperti diketahui, beberapa hari yang lalu kapal Rusia dengan draft 10 LWS berukuran raksasa itu berhasil merapat di Pelabuhan Internasional Kijing

Penulis: Ramadhan | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/RAMADHAN
Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup (Kadishub LH) Mempawah, Suharjo Lie, saat ditemui diruang kerjanya, Rabu 6 Januari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Pelabuhan Kijing memang pantas disematkan sebagai pelabuhan Internasional, pasalnya kapal dengan draft 10 Low Water Spring (LWS), dengan mudah dapat merapat ke dermaga pelabuhan yang saat ini masih dalam tahap pembangunan itu.

Seperti diketahui, beberapa hari yang lalu kapal Rusia dengan draft 10 LWS berukuran raksasa itu berhasil merapat.

Sepertimana yang disampaikan Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup (Kadishub LH) Mempawah, Suharjo Lie, saat ditemui diruang kerjanya, Rabu 6 Januari 2021.

"Kapal tersebut mengangkut 14 ribu ton CPO," tegasnya.

Baca juga: Lepas 86 Babinsa Laksanakan Tugas, Danrem Brigjen TNI Ronny Pesan Jangan Ragu Bertindak Demi Negara

Suharjo mengatakan, bahwa kapal Rusia tersebut dengan mudah merapat ke dermaga tanpa hambatan.

Dengan begitu menandakan bahwa pelabuhan ini sudah sangat layak untuk kapal besar berskala Internasional.

“Kapal dengan draft 12 sampai 14 LWS masih bisa merapat, karena dermaga kita kedalaman dasar laut titik terendahnya 14 meter, sementara tertinggi 23 meter,” ujarnya.

Tak hanya itu, untuk alur masuk kata Suharjo juga sangat memungkinkan, dimana dibagian sebelah utara lebarnya 327 meter sementara dari selatan 294 meter.

Suharjo juga mengatakan Kabupaten Mempawah harusnya berbangga dengan adanya Pelabuhan Internasional Kijing tersebut.

“Dulu sebelum ada pelabuhan Kijing ini, kalau kapal pengangkut 14 ton belum pernah merapat ke Pelabuhan Pontianak karena tidak bisa. Caranya dengan kapal kecil mengangkut ke tengah laut secara shift to shift atau bergantian, lalu dimuat ke kapal besar tersebut," ujarnya.

"Sekarang tidak lagi, karena kapal besar sudah bisa merapat ke Pelabuhan Kijing ini,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved