Rumantas: Sekolah Bagi Jam Belajar Jadi Dua Shift
Dimana kata dia, siswa-siswi dibatasi hanya 16 orang, dibagi menjadi dua waktu pembelajaran, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, hingga tidak
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Sekolah SMPN 1 Sambas Rumantas, S.Pd saat menyambut kedatangan Bupati Smabas Atbah Romin Suhaili, dia mengatakan mereka sudah melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka sejak Senin kemarin.
Dia ungkapkan, dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka ini, mereka sudah menerapkan kebiasaan baru di sekolah.
Dimana kata dia, siswa-siswi dibatasi hanya 16 orang, dibagi menjadi dua waktu pembelajaran, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, hingga tidak diperkenankan untuk istirahat bagi siswa-siswi.
"Setiap kelas dibagi menjadi dua shift, Diman masing-masing kelas di isi dengan 16 orang. Nantinya masuk bergantian pagi dan siang," ujarnya, Rabu 6 Januari 2021.
Baca juga: Bupati Atbah Bersama Forkopimda Pantau Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka
"Di setiap kelas juga sudah kami siapkan tempat cuci tangan dan di depan sekolah di periksa dulu suhu badan sebelum masuk ke kelas. Dan bagi yang suhu badan tinggi kita minta untuk kembali kerumah, dan tidak masuk sekolah," sambungnya.
Kata Rumantas, setiap mau masuk kelas siswa-siswi tetap diperiksa suhu tubuhnya. Dan dia bersyukur semua siswa-siswi dan guru suhu badannya berkisar antara 35-36 derajat Celcius.
"Kemarin sebum masuk sekolah, guru-guru juga kita lakukan rapid tes untuk memastikan semuanya sehat," tuturnya.
Diungkapkan Rumantas, disekolah yang dia pimpin memiliki siswa kurang lebih 631 siswa, dengan rombongan belajar (rombel) sebanyak 21 rombel, yang kemudian dibagi menjadi dua shift.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 2 Sambas Urai Sumadi menuturkan yang serupa dengan Kepala Sekolah SMPN 1 Sambas. Disampaikan oleh Urai, mereka juga melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan sistem shift.
"Kami bagi dua Shif. Shift satu jam 7 pagi sampai dengan 9, dan yang kedua jam 10 sampai dengan 12 siang," tuturnya.
"Dan untuk jumlah siswa dalam satu kelas dibatasi hanya 16 siswa," tutupnya. (*)