Breaking News:

PLN Mengajar Ekspedisi Tapal Batas Sarat Manfaat Bagi Masyarakat Sekitar

Ada 10 rangkaian kegiatan yang kami laksanakan, yakni pembangunan pabrik tepung tapioka, pengecatan jembatan dan gapura, lomba permainan rakyat.

TRIBUN/FILE
Kegiatan bakti sosial bertajuk 'PLN Mengajar Ekspedisi Tapal Batas' pada Desember 2020 lalu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAGOI BABANG - Bekerjasama dengan BEM FKIP UNTAN, PLN gelar kegiatan bakti sosial bertajuk 'PLN Mengajar Ekspedisi Tapal Batas'.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 4 hingga 8 Desember 2020 lalu di Kampung Kreatif Dusun Kindau, Desa Sekida, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang.

Baca juga: NOBU Tak Bertemu Gisel Saat Diperiksa Polisi, Terjawab dari Postingan Gisel 2 Hari Lalu

Menurut General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo, kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud kepedulian PLN terhadap kehidupan masyarakat di daerah terpencil.

Khususnya daerah perbatasan yang masih perlu mendapatkan perhatian terutama dalam peningkatan kemampuan usaha, edukasi kesehatan, serta pendidikan.

Ada 10 rangkaian kegiatan yang kami laksanakan, yakni pembangunan pabrik tepung tapioka, pengecatan jembatan dan gapura, lomba permainan rakyat.

Baca juga: Link Daftar LTMPT 2021 Login Www Portal Ltmpt ac id reg ! Registrasi 4 Januari 2021 Jam 15:00 WIB

"Lalu mural sekolah, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, pembuatan tempat cuci tangan, sosialisasi kelistrikan dan PHBS, aneka lomba kerajinan, serta penyerahan bantuan sarana pendidikan," ungkap Ari.

Dikatakannya pula, dalam kegiatan tersebut diberikan bantuan berupa alat-alat pendukung produksi kepada kelompok Pengrajin kampung kreatif Jagoi Kindau, kelompok Tani Kampung Sentabeng, siswa-siswi SD 03 Jagoi Kindau.

Daerah Sekida termasuk daerah perbatasan Indonesia - Malaysia yang merupakan wajah terdepan dari negara Indonesia.

Baca juga: VIDEO Gisel Nobu Direkam Tahun 2017, Terkuak Aksi Gisel Lain di Medan dan Tahun yang Sama

Kampung Kindau memiliki potensi perekonomian yang cukup baik. Terkenal dengan sebutan kampung kratif lewat kerajinan rotan yang diolah menjadi pernak-pernik cantik serta memiliki nilai jual yang tinggi.

Karena keterbatasan informasi, sarana dan prasarana yang dimiliki maka perlu diberikan perhatian agar masyarakat mampu meningkatkan pengetahuan serta keterampilan usaha, sehingga mampu meningkatkan produktivitas dari usaha yang dimiliki.

Baca juga: Direktur Politeknik Negeri Pontianak Sebut Perkuliahan Tatap Muka Dilakukan Secara Terbatas

Halaman
12
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved