Breaking News:

Pertamina Sambut Baik Usulan Penyaluran LPG Melalui Bumdes

Menurut Novan, di daerah lain, seperti di Kabupaten Kapuas Hulu, pertamina sudah menjalin kerjasama dengan Bumdes soal penyaluran gas LPG. Oleh sebab

TRIBUNPONTIANAK/AGUS PUJIANTO
Sales Branch Manager (SBM) Wilayah III Kalimantan, pada PT Pertamina, Novan Reza Pahlevi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Sales Branch Manager (SBM) Wilayah III Kalimantan, pada PT Pertamina, Novan Reza Pahlevi menyambut baik usulan Bupati Sintang, Jarot Winarno agar kedepannya penyaluran Gas LPG melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Novan juga memastikan, Pertamina siap bekerjasama dengan pemerintah untuk membuka pangkalan LPG yang dikelola Bumdes.

"Kami dari Pertamina sangat mendukung apabila nantinya Bumdes bekerjasama dengan pertamina untuk menyalurkan LPG," kata Novan, 30 Desember 2020.

Menurut Novan, di daerah lain, seperti di Kabupaten Kapuas Hulu, pertamina sudah menjalin kerjasama dengan Bumdes soal penyaluran gas LPG. Oleh sebab itu, usulan Bupati, kata Novan sangat disambut baik.

"Banyak manfaat dari kerjasama ini. Selain Bumdes membantu pertamina berpartisipasi penyaluran LPG kepada masyarakat, juga berpeluang untuk menjadi desa mandiri. Selain itu, margin dari pangkalan itu juga bisa menjadi pendapatan desa," ujar Novan.

Baca juga: Pertamina Selesaikan Pembangunan 14 Titik SPBU 3T di Kalimantan Akhir Tahun 2020 

Apabila wacana ini terwujud, Novan menyebut bisa menjadi peluang baik untuk Bumdes. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum desa membuat pangkalan yang dikelola Bumdes.

"Bumdes silahkan membuat pangkalan untuk desa yang memang belum ada pangkalannya, dan jangan buat Bumdes yang di satu desa sudah ada pangkalannya, nanti kan berebut jadi tidak merata. Jadi desa yang belum ada pangkalan gas LPG, silahkan dibentuk," saran Novan.

Kemudian, penyalurannya juga harus sesuai dengan aturan pemerintah. Misal, pangkalan harus menjual gas LPG dengan harga HET, baik Bumdes maupun pangkalan umum.

"Kemudian harus memenuhi peraturan lain, misalnya lock book. Contohnya, konsumen yang gas 3 kilo, harus dicatat, karena nantinya pencatatan lock book itu akan diaudit oleh BPK. Pada prinsipnya pertamina sangat mendukung," jelasnya.

Novan berharap, pangkalan LPG yang dibentuk Bumdes tidak hanya menjual gas LPG 3 kilo, tapi juga produk gas lainnya.

"Intinya, Bumdes membantu pertamina menyalurkan gas lpg 3 kilo ke masyarakat. Kita bisa minta tolong desa menjaga penyaluran LPG, jangan sampai Bumdes itu malah menyalurkan LPG subsidi di luar ketentuan, misal ke orang mampu, atau ke pengecer besar. Harapanya bumdes bisa jadi contoh pangkalan lain untuk meyalurkan LPH tepat sasaran. Ini bagus kesempatan untuk Bumdes mandiri," harapnya. (*)

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved