Penanganan Covid
Penjelasan Ahli Biologi Kalbar Terkait Proses Penemuan Varian Baru Virus Corona di Kalbar
Ia mengatakan sampel terkahir yang telah dikumpulkan diambil dari Agustus-November setelah kasus konfirmasi telah melelawati proses isolasi dan Pemeri
Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ahli Biologi Molukuler Kalimantan Barat, dr. Andriani menjelaskan bagaiamana Peneliti Untan bisa menemukan mutasi dari sarscov2 yang dikenal dengan D614G yang telah masuk ke Kalbar.
Ia menjelaskan bahwa salah satu teknik molekuler tidak hanya RT PCR tapi ada cabang lainnya contohnya Sequensing untuk melihat bahasa penyusun materi genetik.
“Dalam hal ini kami lakukan pemeriksaan terhadap sampel pasien virus SarsCoV2 yang terkonfirmasi covid-19. Kami sudah lama melakukan penelitian ini selama satu tahun berjalan hanya sampel dikumpulkan menyesuaikan dana penelitian kami akhirnya terkumpul 11 sampel,” ujarnya, Rabu 30 Desember 2020.
Ia mengatakan sampel terkahir yang telah dikumpulkan diambil dari Agustus-November setelah kasus konfirmasi telah melelawati proses isolasi dan Pemeriksaan Pcr. Setelah itu di kirim ke Laboratoriun yang mempunyai alat untuk Sequensing.
Saat ini Laboratorium yang punya fasilitas untuk Sequensing yang bersedia menerima sampel untuk dilakukan pemeriksaan yakni di Laboratorium Genetik Science Indonesia di Jakarta.
Ia mengatakan perlu waktu dua minggu untuk mengurai bahasa penyusun DNA dalam hal virus RNA tapi menjadi DNA kemudian dilakukan sequensing terhadap genom virus SarsCoV2 untuk menentukan bahasa penyusunnya yang diurutkan sampai 29 ribu sekian.
Baca juga: Harisson: Kemungkin Besar Penyebaran Mutasi Virus D614G Sudah Menyebar di Kabupaten dan Kota
“Kami sudah kirim sampel akhir November keluar hasil kurang lebih pertengahan Desember. Setelah keluar hasil perlu analisis lagi ternyata sampel pertama yang kami analisis ada mutasi di asam amino nomor 614 yang merupakan mutan untuk yang tipe D614G,” ujarnya.
614 artinya asam amino nomor 641 kenapa bisa diketahui karena sudah diurutkan dengan proses Sequensing.
Dikatakannya bahwa penelitian ini dilakukan random yang awalnya diambil dari kluster awal pada kasus konfirmasi COVID-19 yang ada di Kalbar.
“Tapi ketika masuk proses Sequensing tidak memenuhi quality kontrol karena sampel terlalu lama. Ternyata sampel yang bisa dilakukan pemeriksaan dari November - Desember,” ujarnya.
Ia mengatakan Kriteria yang diambil untuk dilakukan Sequensing pada kasus konfirmasi yang mempunyai kandungan virusnya tinggi dibawah CT 25.
“Bahkan kami pernah menemukan CT dibawah 9 itu sudah dicurigai pasti ada sesuatu maka dikirim untuk Sequensing,” ujarnya.
Baca juga: Harisson Ungkap Kronologi Masuknya Varian Baru Virus Corona ke Kalbar
Virusi ni dikatakannya lebih cepat menular yang membuat virus lebih cepat masuk ke sel tubuh manusia. Dikatakannta kuncinya adalah menerapkan prokes COVID-19.
Dikatakannya dari 11 sampel satu yang sudah terbukti dan untuk 10 sampel sisanya masih dianalisis karena butuh waktu karena harus melihat satu-satu.
“Walaupun ada tools nya untuk melihat tapi kita harus konfirmasi ulang jangan sampai memberikan informasi yang salah,” ujarnya.