Welbertus Sebut Sudah Semestinya Jembatan Ketungau II Diaudit, untuk Jawab Pertanyaan Publik
Menurutnya, sudah semestinya ada audit dari inspektorat terkait dengan pelaksanaan pembanguna jembatan di Nanga Merakai, Kecamatan Ketungau Tengah, te
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Welbertus menilai wajar jika publik mempertanyakan dan menduga-duga pelaksanaan pembangunan jembatan ketungau II. Apalagi, masyarakat sangat mengharapkan jembatan itu segera terwujud.
Dengan sempat terhentinya pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut, menurut politisi PDIP ini, wajar jika masyarakat bersuara.
"Wajar publik mempertanyakan dan menduga-duga, karena hal tersebut menunjukkan kepedulian mereka terkait dengan pembangunan yang masuk ke daerah mereka," kata Welbertus kepada Tribun Pontianak, Selasa 29 Desember 2020.
Menurutnya, sudah semestinya ada audit dari inspektorat terkait dengan pelaksanaan pembanguna jembatan di Nanga Merakai, Kecamatan Ketungau Tengah, tersebut, supaya ada penjelasan yang detail terkait dengan pembangunan jembatan.
Baca juga: Jelang Malam Pergantian Tahun, Polres Sintang Massif Patroli dan Sosialisasikan Maklumat Kapolri
"Bagi saya apa yang kemudian menjadi pertanyaan publik adalah sesuatu yang positif dan patut kita apresiasi sebagai bentuk pengawasan. Hanya memang tidak boleh fitnah dan hoax. Kalau sudah ada penjelasan dan semua itu sudah sesuai aturannya, ya tidak masalah. Clear," tegasnya.
Jauh hari, Fraksi PDIP lantang menyuarakan progres pembangunan jembatan ketungau II. Bahkan, hal ini disampaikan Welbertus dalam Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sintang saat Rapat Paripurna Penyampaian Pandangan Umum Fraksi Terhadap Nota Keuangan dan Raperda APBD Sintang tahun 2012, November lalu.
Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan, Welbertus meminta penjelasan secara rinci kepada pada Pemerintah Kabupaten Sintang, sehubungan dengan adannya perbincangan yang viral di ruang publik terkait dengan pembangunan Jembatan Ketungau II di Kecamatan Ketungau Tengah.
“Mengapa jembatan yang dibangun dengan anggaran Rp 8 miliar terkesan direncanakan tidak dengan matang? Dan kayu bulat yang digunakan untuk penyangga sangat membahayakan masyarakat yang melintas di bawahnya,” tanya Welbertus saat itu.
Baca juga: Dinsos Sintang Sambut Baik Program Mensos Tri Rismaharini Perbaharui Data Penerima Bansos
Sebab, menurut Welbertus, hingga saat ini Sungai Ketungau masih jadi andalan masyarakat untuk jalur transportasi air atau sungai.
“Makanya, kami dari Fraksi PDI Perjuangan meminta penjelasan secara rinci dari pemerintah terkait kondisi jembatan tersebut,” pintanya.
"Dan harapan kita pembangunan jembatan itu harus berlanjut, sebab sangat dibutuhkan oleh masyarakat guna membuka akses dari seberang menuju kota merakai,” tukasnya. (*)