HMI Komisariat Febi Sukses Gelar Diskusi Rutin, Ini Tema yang Dibahas

Diskusi tersebut merupakan salah satu program kerja dari bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi ( KPP) yang ditujukan kepada seluruh kader HMI

Penulis: Ramadhan | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FEBI, Cabang Pontianak belum lama ini Menggelar diskusi dengan Tema 'Video Sebagai Wadah Kreativitas Dalam Mengapresiasikan Nilai-Nilai Universal'. 

Citizen Reporter

Ratu Dian Zanuba, Dian Lestari

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FEBI, Cabang Pontianak belum lama ini Menggelar diskusi dengan Tema 'Video Sebagai Wadah Kreativitas Dalam Mengapresiasikan Nilai-Nilai Universal'.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Sekretariat Yayasan Suar Asa Khatulistiwa (SAKA), Jalan Johar Nomor 82, Pontianak, Kalimantan Barat.

Diskusi tersebut merupakan salah satu program kerja dari bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi ( KPP) yang ditujukan kepada seluruh kader HMI Komisariat FEBI.

Doni Chairullah selaku pemateri sekaligus Founder Sekitar TV membuka pelatihan dengan menampilkan video yang telah ia riset selama satu tahun mengenai keberagaman di Kota Pontianak.

Video tersebut berisi gambaran bahwa kota Pontianak adalah kota yang multikultural yang saling bertoleransi didalam keberagaman suku, budaya maupun agama.

Pada sesi diskusi, Doni menjelaskan dan memotivasi para peserta diskusi untuk membuat video sebagai media kampanye keberagaman.

Menurut Doni tidak semua orang memiliki ambisi yang sama dalam tujuan membuat video. Ada beberapa faktor yang memotivasi orang untuk membuat video.

Faktor pertama, adalah pleasure yakni orang hanya mencari kesenangan dalam menyalurkan hobi.

Faktor kedua adalah orang membuat video demi ambisinya menjadi orang terkenal.

Faktor ketiga adalah finance, artinya seseorang menjadi content creator adalah usaha untuk mendapatkan uang.

Baca juga: HMI Komisariat KIP Cabang Pontianak Sukses Gelar Latihan Kader 1

Sedangkan faktor keempat ada orang yang membuat video sebagai usefulness atau kegunaan, dengan bertujuan video yang ia buat dapat mengedukasi dan memberi manfaat kepada orang di luar sana.

‘’Jadi yang kita lakukan di SAKA itu adalah kita tidak hanya untuk mencari uang, tidak untuk mencari ketenaran, tapi kita masuk ke perjuangan yang kelima ke lima yang all those choice semua pilihan itu," ujar Doni.

"Kita mau dapat uang, kita ingin senang-senang, kita ingin berguna yaitu sebuah pilihan yang sangat relevan dengan keadaan ini, bagaimana kita bisa bekerja dengan apapun hobinya dan mungin video termasuk salah satunya," jelas Doni.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved