Breaking News:

Guru di Tanjung Miru Harap Pemimpin Sintang Kedepan Perhatikan Daerah Terpencil

Guru di SDN 28 Tanjung Miru, ini ingin agar desa yang berada di perhuluan Sungai Tebidah tersebut diperhatikan oleh pemerintah.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Seperti inilah perjuangan pengawalan logistik Pilkada menuju Desa Tanjung Miru, melewati ratusan riam penuh batu, perahu yang membawa logistik harus didorong dan ditarik agar bisa sampai ke TPs tepat waktu.  

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Proses pungut-hitung pada pemilihan kepala daerah di Kabupaten Sintang, sudah selesai. Saat ini, beberapa kecamatan bahkan sudah selesai melakukan rekapitulasi perhitungan suara tingkat PPPK.

Sesuai rencana, rekapitulasi perhitungan suara ditingkat kabupaten akandigelar pada 14 Desember 2020.

Meski perhitungan manual berjenjang yang dilakukan olehpenyelenggara pemilu masih berlangsung, namun berdasarkan hitung cepat sudah bisa memperlihatkan keunggulan dari 3 pasangan calon.

Nyamai, warga Desa Tanjung Miru, Kecamatan Kayan Hulu,menyematkan harapan besar kepada pemimpin terpilih yang akan memimpin Kabupaten Sintang, selama 5 tahun kedepan. 

Guru di SDN 28 Tanjung Miru, ini ingin agar desa yang berada di perhuluan Sungai Tebidah tersebut diperhatikan oleh pemerintah.

Baca juga: Cuaca Buruk, Pergeseran Surat Suara dari Ambalau ke Sintang Tempuh Dua Hari Pejalanan

 “Tanjung Miru berada di perhulungan sungai tebidah. Untukmencapai tempat ini, kami memerlukan waktu 24 jam perjalanan. Untuk bisa sampaike sini, kami hanya bisa menggunakan jalur air longboat 15 PK. Kondisi wilayahcukup ekstrem, harus melewati jalur air, dengan 183 riam yang harus kami lalui,” kata Nyamai.

Ketua KPPS 01 Desa Tanjung Miru, ini bercerita saatpendistribusian logistik pilkada harus menempuh medan ekstrem.

Longboat  harus ditarik, didorong melewati ratusan riam agar sampai tepat waktu di TPS.

“Untuk melwat riam besar ini, hanya bisa ditarik dengantali, menguras tenaga. Jadi, kami juga harus mengobarnkan tenaga kami untukmelewatinya membawa logistic pemilu. Dalam hal ini, kami harus rela terjatuh, jungkirbalik dan bahkan lecet kena batu,” ungkapnya. 

Tak banyak yang diharapkan Nyamai dan warga Tanjung Mirukepada pemimpin terpilih nantinya.

Warga, hanya minta pemimpin Sintang nantinyamemperhatikan wilayah terpencil dan pedalaman seperti Tanjung Miru. 

“Pada pilkada ini kami punya harapan siapapunyang terpilih menjadi pemipin kami, kami harpakan pemimpin yang terbaik, yangbisa memipin sintang yang lebih maju dan sejahtera. Kami juga berharap, kepadapemerintah untuk sebisa mungkin meperhatikan daerah tanjung miru, yangtertinggal. Kami mohon pemeirntah untuk bisa memperhatikan kondisi kami. Karenakami juga warga Negara Indonesia yang harus menjadi generasi penerus bangsa,” harapnya. (*)

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved