Pilkada 2020
Seorang Calon Bupati Meninggal Dunia di Hari Pemungutan Suara Pilkada 2020
Almarhum meninggal dunia karena sakit komplikasi. Dia sudah menjalani perawatan intensif di rumah sakit sejak empat hari lalu.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Calon Bupati Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Malkan Amin meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulawesi Selatan.
Calon bupati Barru nomor urut 3 itu meninggal pada hari pemungutan suara Pilkada 2020, Rabu 9 Desember 2020 sekitar 10.30 Wita.
Direktur RSUP Wahidin Sudirohusodo, Khalik Saleh, mengatakan Malkan adalah pasien rujukan dari Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
“Pasien Malkan Amin terkonfirmasi positif Covid-19 dan dirujuk dari RS Bhayangkara sejak tadi malam sekitar pukul 00.10 Wita. Pasien meninggal dunia tadi pagi sekitar pukul 10.30 Wita,” kata Khalik saat dihubungi.
Khalik Saleh menuturkan, saat dibawa ke RSUP Wahidin Sudirohusodo, kondisi Malkan sudah memburuk.
"Meninggal saat mendapat perawatan tim medis,” sebut Khalik.
Baca juga: Link untuk Melihat Hasil Pilkada 2020 di 270 Daerah Indonesia
Saat ini, jenazah Malkan masih berada di rumah sakit.
RSUP Wahidin Sudirohusodo masih berkoordinasi dengan keluarga mendiang terkait lokasi pemakaman.
Malkan amin didiagnosa mengidap penyakit diabetes dan dirawat secara covid di infection center RS Wahidin Makassar Usai menjalani serangkaian perawatan dan oprasi.
Kuasa Hukum Malkan Amin, Hermawan Rahim membenarkan informasi tersebut.
Warga yang berdomisili di Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan ini mencalonkan diri sebagai Bupati Barru periode 2020 - 2025.
Almarhum meninggal dunia karena sakit komplikasi. Dia sudah menjalani perawatan intensif di rumah sakit sejak empat hari lalu.
Malkan Amin maju dalam kontestasi Pilkada Barru menggandeng wakilnya, Andi Salahuddin Rum.
Pasangan calon ini diusung Partai Golkar dan Gerindra, dengan total delapan kursi di DPR.
"Ada memang riwayat penyakit diabetesnya, penyakitnya sudah lama, cuman kecapean pilkada,” ungkap hermawan rahim