Terpilih Aklamasi, M Nurdin Nahkodai IKA IKIP PGRI Pontianak 2020-2023
Nurdin juga memberikan apresiasi besar kepada Ketua IKA IKIP PGRI Pontianak Rahadi Usman dan para jajaran pengurus lainya.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Muhammad Nurdin terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Terpilih Ikatan Keluarga Alumni (IKA) IKIP PGRI Pontianak dalam Musyawarah Besar IKA IKIP PGRI III yang digelar di Hotel Borneo, Sabtu 5 Desember 2020 kemarin.
Nurdin akan menahkodai IKA IKIP PGRI hingga 2023 mendatang menggantikan Ketua IKIP PGRI Pontianak sebelumnya yang dijabat oleh Rahadi Usman.
Muhammad Nurdin berkomitmen untuk mengemban amanah sebagai ketua alumni untuk melanjutkan sejumlah program kerja yang telah disusun oleh para jajaran pengurusan yang lalu.
Satu diantaranya adalah mengupdate data base alumni. Hal tersebut sebagai upaya untuk mengidentifikasi seluruh jaringan alumni yang ada.
“Harapannya kita ingin mengoptimalkan data base alumni, baik waktu masih berstatus STKIP hingga IKIP PGRI Pontianak,” ujarnya.
"Mudah-mudahan tidak ada halangan, rencana terdekat yang ingin di konsentrasikan ialah menjaring data base alumni yang belum optimal,” imbuhnya.
“Kami ingin konsolidasi alumni di semua tingkatan berjalan dengan baik, hal itu menjadi tantangan tersendiri juga bagi IKA di masa pandemi sekarang ini," tutur alumni angkatan 1998 itu.
Baca juga: Tingkatkan Kompetensi Dosen, IKIP PGRI Pontianak Gelar Pelatihan Menulis Buku & Desain Pembelajaran
Nurdin juga memberikan apresiasi besar kepada Ketua IKA IKIP PGRI Pontianak Rahadi Usman dan para jajaran pengurus lainya. Menurutnya seluruh jajaran kepengurusan sebelumnya juga telah berhasil membawa organisasi ke arah yang lebih baik.
“Bang Rahadi telah banyak berbuat untuk IKA IKIP PGRI. Beliau telah mampu membangun keakraban dan komunikasi alumni dari lintas angkatan. Hal tersebut terbukti kita bisa melaksanakan MUBES ke 3,” ujarnya.
“Mudah-mudahan apa yang dilakukan ketua umum dan kepengurusan yang lalu mendapat pahala dari Allah Tuhan yang maha esa," ujarnya Mantan Kepala Desa Pal 9, Kabupaten Kubu Raya itu.
Ia juga menambahkan hal yang tak kalah menjadi perhatian adalah bagaimana IKA IKIP PGRI mampu melakukan sinergisitas antara kepentingan alumni dan lembaga perguruan tinggi IKIP-PGRI.
Menurut Nurdin bahwa selain meningkatkan kualitas lulusan yang perlu dimaksimalkan oleh IKIP PGRI Pontianak sebagai lembaga perguruan tinggi, keberadaan IKA IKIP PGRI juga harus mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas para alumni dengan pengembangan life skill
“Bukan hanya penyiapan SDM sebagai guru, akan tetapi nanti para alumni yang telah lulus nanti juga memiliki keterampilan tambahan sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan memberikan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
"Kita dorong para alumni untuk mengembangkan diri, setelah berkuliah mau kemana dan jadi apa selain profesi guru. Kita juga akan berikan pendidikan profesi kepada para alumni itu terutama bagaimana menjadi entrepreneur supaya mereka lebih handal dan tangguh," imbuhnya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan alumni STKIP PGRI atau IKIP PGRI Pontianak saat ini telah banyak berada di lini-lini pengabdian di masyarakat. Ada yang menjadi guru dan dosen, pejabat di pemerintah baik di level Kabupaten/Kota ataupun provinsi, ada yang politisi dan lainya.
"Kita berupaya bagaimana alumni-alumni ini diberdayakan, mereka diakui ketika kembali ke daerah masing-masing setelah menimba ilmu di perguruan tinggi sehingga mereka tidak menjadi beban hidup di masyarakat apalagi keluarga,” ujarnya.
“Untuk itu masih kita pikirkan solusi-solusi terbaik bagi alumni. Mohon doa agar ini semua bisa berjalan baik," pungkasnya. (*)